Bogor, berifakta.com – Kerjasama strategis IPB University bersama Pemerintah Kabupaten Bogor berlanjut untuk penyelenggaraan Sekolah Pemerintahan Desa (SPD) Angkatan VI. Opening Ceremony SPD 2026 digelar di Auditorium Andi Hakim Nasoetion (AHN) IPB University, Senin (5/10).
SPD merupakan program pendidikan non-degree yang telah diselenggarakan sejak 2021 melalui kolaborasi IPB University dan Pemerintah Kabupaten Bogor. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dan aparatur pemerintah desa dalam merencanakan serta melaksanakan pembangunan berbasis data.
Kepala SPD, Dr. Rajib Gandi, dalam laporannya menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kerja sama pendidikan, penelitian, dan pengembangan masyarakat perdesaan antara IPB University dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“SPD didesain untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemerintah desa, khususnya agar mampu merencanakan sekaligus melaksanakan agenda pembangunan desa berbasis data,” ujarnya.
Hingga 2026, SPD telah menjangkau 315 desa dengan total 945 peserta. Pada Angkatan VI tahun ini, sebanyak 75 peserta mengikuti program yang terdiri atas 25 kepala desa, 25 operator sosial, dan 25 operator spasial.
Baca Juga : IPB CHARTS Gelar Diskusi Publik Bahas Transformasi Pedesaan di Tiongkok
“Peserta didik tahun ini juga hadir dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mayoritas merupakan lulusan sekolah menengah atas, sementara terdapat pula peserta dengan pendidikan hingga jenjang magister,” ungkapnya.
Mendorong Precision Governance dari Desa
Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ekologi, dan Manusia (FISEMA) IPB University sekaligus Penanggung Jawab SPD, Prof. Sofyan Sjaf, dalam sambutannya mengatakan keberlanjutan SPD hingga angkatan keenam menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas pemerintah desa di tengah perubahan tata kelola pembangunan.
Menurutnya, dunia sedang mengalami pergeseran paradigma yang semakin kuat dipengaruhi perkembangan teknologi digital. Pada saat yang sama, pembangunan Indonesia juga dituntut tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi sekaligus menghadirkan pemerataan hingga tingkat desa.
Kondisi tersebut, menurut Prof. Sofyan, membutuhkan pendekatan precision governance, yakni tata kelola pemerintahan yang bertumpu pada data yang sesuai dengan realitas dan didukung sumber daya manusia yang memiliki kapasitas memadai.

Baca Juga : IPB University Ajak 3 Perguruan Tinggi Kaltim Presisikan Data Kabupaten Kukar
“Ide dasar SPD adalah bagaimana paradigma pembangunan antara desa dan pemerintah pada level yang lebih tinggi dapat berjalan sinkron. Karena itu, kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia pemerintah desa harus terus diperkuat,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pembelajaran SPD tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diaktualisasikan dalam proses perencanaan dan pembangunan di masing-masing desa.
Salah satu contoh implementasi tersebut terlihat di Desa Gunung Putri, yang menjadi salah satu nominasi desa terbaik. Kepala desanya merupakan alumni SPD dan dinilai mampu menerapkan sejumlah inovasi yang diperoleh selama mengikuti program.
Prof. Sofyan juga menyampaikan harapan agar pembelajaran non-degree melalui SPD ke depan dapat memperoleh rekognisi dan terhubung dengan pendidikan formal di IPB University.
Kemajuan Tidak Harus Selalu Berwajah Kota
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dalam melanjutkan kolaborasi penyelenggaraan SPD sejak 2021.
Menurutnya, kesinambungan menjadi sangat penting karena pembangunan desa bukanlah proses instan melalui satu kegiatan yang seketika berdampak.
“Yang paling penting adalah dampaknya setelah pembelajaran. Apakah pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, apakah perencanaan menjadi lebih tepat sasaran, dan apakah agenda pembangunan desa dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa pembangunan selama ini sering kali memiliki wajah yang sangat urban. Karena itu, paradigma new rurality perlu dikembangkan untuk menunjukkan bahwa kemajuan juga dapat berlangsung di wilayah perdesaan.
Transformasi perdesaan, menurutnya, perlu dibangun melalui partisipasi masyarakat dari bawah, peningkatan kualitas hidup keluarga, diversifikasi sumber pendapatan, penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal, serta konektivitas desa dengan pasar dan perkembangan global.
“Masyarakat tetap dapat tinggal dan bekerja di desa, tetapi produk dan produktivitasnya terhubung ke luar. Pengetahuan lokal juga harus dapat berjalan berdampingan dengan teknologi modern,” jelasnya.
IPB University, tegasnya, siap terus mendorong agenda transformasi perdesaan. Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan adanya peluang beasiswa rektor bagi alumni SPD yang ingin melanjutkan studi formal di IPB University.
Aparatur Desa Harus Adaptif terhadap Data dan Teknologi
Sementara, di kesempatan yang sama, Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Drs. Hadijana, menilai peningkatan kompetensi pemerintah desa semakin penting karena tantangan pembangunan di tingkat desa terus berkembang.
Menurutnya, pemerintah desa mengelola sumber daya pembangunan yang cukup besar. Karena itu, pengelolaan anggaran desa perlu ditopang sumber daya manusia yang kompeten dan mampu memahami persoalan secara komprehensif.
Kabupaten Bogor juga memiliki karakteristik desa yang sangat beragam. Sebagian masih memiliki karakter kuat sebagai wilayah perdesaan, sementara sebagian lainnya berkembang semakin urban.
Dalam kondisi tersebut, aparatur desa dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menggunakan data sebagai basis pengambilan keputusan.
“Pemerintahan desa bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana aparatur mampu membaca persoalan secara komprehensif sehingga dapat mempercepat transformasi di masing-masing desa,” ujarnya.
Melalui SPD Angkatan VI, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan proses pembelajaran untuk memperkuat kapasitas pemerintahan sekaligus menghasilkan perubahan nyata dalam tata kelola dan pembangunan desa di Kabupaten Bogor. (PR Lab. DDP)

