Purwakarta, berifakta.com — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan Workshop Implementasi Media Belajar Phygital (Physical & Digital) untuk Penguatan Kompetensi Koding dan Kecerdasan Artifisial di Desa Wiyata Tech Purwakarta. Berlokasi di SDN 2 Babakancikao sebagai mitra kegiatan, lokakarya ini sukses digelar pada Senin (21/9/2026) dengan melibatkan seluruh guru dan siswa kelas V.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret UPI Kampus Purwakarta dalam mendukung penguatan literasi digital, kompetensi koding, serta pemahaman kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) di tingkat sekolah dasar. Program ini tak sekadar membidik guru sebagai fasilitator, melainkan dirancang langsung untuk memperkenalkan koding dan AI kepada para siswa. Pemilihan kelas V diselaraskan dengan sasaran pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) jenjang SD yang memang diperuntukkan bagi siswa kelas atas (kelas V dan VI).
Ketua Tim PkM sekaligus dosen Program Studi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan UPI Kampus Purwakarta, Liptia Venica, S.T., M.T., memimpin langsung jalannya program ini. Ia didampingi oleh tim pelaksana lintas disiplin, yakni Ir. Nuur Wachid Abdul Majid, M.Pd., IPM., ASEAN Eng. (dosen Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi) serta Fitri Nuraeni, M.Pd. (dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar).
Kolaborasi lintas prodi tersebut meramu aspek teknologi, pedagogi, dan karakteristik siswa SD menjadi satu kesatuan yang komprehensif. Menariknya, kegiatan ini turut menerjunkan mahasiswa dari ketiga program studi tersebut. Keterlibatan mahasiswa menjadi wadah pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus bukti nyata kontribusi sivitas akademika UPI Kampus Purwakarta bagi masyarakat.
Baca Juga : UPI Purwakarta Latih Guru SD dalam Konseling Moral
Di lapangan, para guru dibekali pengenalan dan demonstrasi media belajar phygital yang dikemas apik lewat perangkat pembelajaran bertema “Petualangan Daulat Digital”. Media ini mengawinkan bahan ajar fisik dengan konten digital untuk membantu guru menanamkan konsep literasi digital, koding, dan AI secara bertahap sesuai kebutuhan anak.
Sementara itu, para siswa diajak menyelami dunia literasi digital, berpikir komputasional, hingga dasar-dasar koding dan pemanfaatan AI melalui ragam aktivitas yang pas dengan usia perkembangan mereka. Melalui pendekatan phygital, siswa didorong agar tidak hanya bertindak selaku penikmat teknologi, tetapi juga mampu memahaminya secara kreatif, kritis, aman, dan bertanggung jawab.
Ketua Tim PkM, Liptia Venica, menuturkan bahwa pengenalan koding dan kecerdasan artifisial pada jenjang sekolah dasar dapat dilakukan melalui pembelajaran yang sederhana, kreatif, dekat dengan pengalaman belajar siswa, serta tidak melulu bergantung pada perangkat digital yang rumit.
“Pendekatan phygital diharapkan dapat membantu guru menjembatani pembelajaran berbasis teknologi dengan aktivitas nyata di kelas. Guru tidak hanya mengenalkan teknologi sebagai alat, tetapi juga membangun pemahaman siswa tentang cara berpikir logis, pemecahan masalah, kreativitas, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab,” jelas Liptia.
Baca Juga : UPI Purwakarta Gandeng Dosen Malaysia, Siap Jadi World Class University!
Inovasi dari tim UPI Kampus Purwakarta ini menuai apresiasi positif dari Kepala SDN 2 Babakancikao, Ida Syayidah Hanifah, S.Pd. Ia menilai program ini sukses menyuntikkan wawasan dan pengalaman baru bagi para guru untuk meracik pembelajaran yang adaptif terhadap kemajuan zaman.
“Kami sangat mengapresiasi program dari UPI Kampus Purwakarta. Media yang dikembangkan menarik dan membuka peluang bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif. Kami juga menyambut baik pengenalan media ini kepada siswa, karena menjadi pengalaman belajar yang sangat bermanfaat bagi mereka,” ungkap Ida.
Melalui rangkaian PkM ini, UPI Kampus Purwakarta kembali menegaskan komitmennya dalam memupuk ekosistem pendidikan digital di Kabupaten Purwakarta. Ke depan, program serupa diharapkan mampu mendongkrak kompetensi guru, memperkaya cakrawala belajar siswa, serta mewujudkan pembelajaran koding dan AI yang inklusif, kreatif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.

