CIREBON, Berifakta.com – Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Daerah Cirebon bersama Yayasan Yaum dan PT Inovator Digital Nusantara (IDN) berkolaborasi menghadirkan program Beasiswa Pengembangan Bisnis selama satu tahun bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Cirebon.
Program yang menyediakan kuota maksimal 50 penerima beasiswa ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan melalui pendampingan bisnis, pembelajaran bersama mentor ahli, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketua TDA Daerah Cirebon, Tendi Murti, mengatakan bahwa program beasiswa tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia usaha, lembaga sosial, dan komunitas pengusaha dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.
“Program Beasiswa Pengembangan Bisnis ini tidak lepas dari kerja sama antara TDA Daerah Cirebon, Yayasan Yaum, dan PT Inovator Digital Nusantara. Dalam kolaborasi ini, PT Inovator Digital Nusantara memberikan dukungan beasiswa bagi pelaku UMKM di Cirebon yang disalurkan melalui Yayasan Yaum, kemudian diimplementasikan bersama TDA Daerah Cirebon,” ujar Tendi Murti.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting karena pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan singkat, tetapi membutuhkan proses pendampingan yang konsisten.
“Selama ini banyak pelaku UMKM memiliki produk bagus dan semangat usaha yang tinggi. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan, pemasaran, operasional, hingga menentukan arah pengembangan bisnis. Melalui program ini, kami ingin membantu mereka menemukan solusi secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.
Yayasan Yaum Dorong Kolaborasi untuk Kemajuan UMKM
Direktur Yayasan Yaum, Yusuf, menyampaikan bahwa kerja sama antara lembaga sosial dan kalangan pengusaha merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan UMKM yang lebih maksimal.
Menurutnya, pengembangan usaha masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaat yang dihasilkan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
“Kolaborasi antara yayasan dan para pengusaha sangat penting. Kami percaya bahwa kemajuan UMKM akan lebih maksimal apabila ada kerja sama yang baik antara lembaga sosial, dunia usaha, dan komunitas pengusaha. Masing-masing memiliki kekuatan yang bisa saling melengkapi,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan bahwa yayasan memiliki peran dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, sementara kalangan pengusaha dan komunitas bisnis memiliki pengalaman serta jaringan yang dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Melalui kerja sama dengan PT Inovator Digital Nusantara dan TDA Daerah Cirebon, Yayasan Yaum berharap program beasiswa ini dapat memberikan manfaat nyata bagi penerimanya.
“Kami berharap beasiswa ini tidak hanya memberikan kesempatan belajar, tetapi juga menjadi pintu bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan, memperluas peluang usaha, dan pada akhirnya memperbaiki kesejahteraan mereka. Ketika UMKM tumbuh, dampak positifnya juga akan dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
PT IDN Tekankan Pentingnya Digitalisasi Bisnis bagi UMKM
Sementara itu, perwakilan PT Inovator Digital Nusantara, Hasna, menekankan pentingnya pelaku UMKM memahami perkembangan teknologi dan menerapkan digitalisasi dalam menjalankan usahanya.
Menurutnya, transformasi digital saat ini bukan lagi kebutuhan yang hanya berlaku bagi perusahaan besar. Pelaku UMKM juga perlu mulai memanfaatkan teknologi agar mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, dan menghadapi persaingan bisnis.
“Digitalisasi bisnis bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga harus memahami bagaimana teknologi bisa membantu mereka mengelola usaha dengan lebih baik. Mulai dari pencatatan keuangan, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga penggunaan AI untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Hasna.
Ia menambahkan bahwa teknologi akan memberikan manfaat lebih besar apabila pelaku usaha tidak hanya mengenal berbagai aplikasi digital, tetapi juga memahami cara menerapkannya sesuai kebutuhan bisnis.
Karena itu, dukungan beasiswa dari PT Inovator Digital Nusantara diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
“Kami ingin pelaku UMKM tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Melalui program ini, harapannya mereka bisa belajar, mencoba, dan mengimplementasikan digitalisasi secara langsung dalam bisnis masing-masing. Dengan begitu, teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha,” jelas Hasna.
Tidak Sekadar Pelatihan, UMKM Didampingi Selama Satu Tahun
Berbeda dengan pelatihan bisnis yang umumnya berlangsung dalam waktu singkat, program Beasiswa Pengembangan Bisnis ini menawarkan pendampingan selama satu tahun penuh.
Setiap penerima beasiswa akan memperoleh mentor pendamping yang membantu memantau perkembangan bisnis, mengidentifikasi tantangan usaha, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara langsung.
Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan belajar bersama enam mentor ahli dari berbagai bidang pengembangan bisnis, mulai dari manajemen, pemasaran, keuangan, hingga operasional.
Program ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memperkenalkan perkembangan bisnisnya kepada calon investor pada akhir masa pendampingan. Kesempatan tersebut tidak serta-merta menjamin peserta akan mendapatkan investasi, tetapi dapat menjadi jalan untuk memperluas akses dan peluang pengembangan usaha.
Tendi menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi dari perubahan nyata yang terjadi dalam bisnis masing-masing peserta.
“Kami ingin setelah satu tahun mengikuti program, peserta tidak lagi bingung menentukan langkah bisnisnya. Mereka memiliki arah yang jelas, memahami kondisi usahanya, dan mengetahui strategi apa yang harus dilakukan untuk bertumbuh,” ungkapnya.
Workshop AI Menjadi Langkah Awal Program
Sebagai langkah awal pelaksanaan program, peserta dijadwalkan mengikuti Workshop Implementasi AI untuk Bisnis yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Bentani Hotel, Cirebon.
Workshop tersebut menghadirkan tiga praktisi dari AI Lab, yakni Yosia Purba, Miftah Fadli, dan Miftahul Amien, yang akan membagikan pengetahuan serta praktik pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan bisnis.
Materi workshop mencakup penyusunan asisten AI yang memahami karakteristik usaha, penghubungan data untuk membangun alur kerja berulang, penerapan AI dalam pemasaran, keuangan dan operasional, serta pembuatan website, dashboard, dan chatbot dengan bantuan AI.
Menurut Tendi, pemanfaatan teknologi merupakan salah satu kemampuan yang perlu mulai dimiliki oleh para pelaku UMKM agar mampu mengikuti perubahan dunia bisnis.
“Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. AI harus bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan mereka menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. Teknologi ini bukan hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga bisa digunakan oleh pelaku usaha kecil,” katanya.
Bangun Ekosistem UMKM Cirebon yang Lebih Kuat
Tendi menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam program beasiswa ini menunjukkan pentingnya membangun sinergi untuk memperkuat perekonomian daerah.
Dukungan PT Inovator Digital Nusantara melalui Yayasan Yaum, yang kemudian diimplementasikan bersama TDA Daerah Cirebon, diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
Dalam pelaksanaannya, TDA Daerah Cirebon berperan sebagai mitra implementasi yang menghadirkan ekosistem komunitas, jaringan pengusaha, mentor, serta berbagai kegiatan pembelajaran dan pendampingan bisnis.
Melalui pendekatan tersebut, para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan memperluas jejaring, saling berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama pengusaha lainnya.
“Sebagai komunitas pengusaha, kami percaya bahwa bisnis akan lebih mudah berkembang ketika para pelakunya memiliki lingkungan yang saling mendukung. Karena itu, kami ingin program ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang bertumbuh bagi UMKM Cirebon,” tutur Tendi.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi awal dari semakin banyaknya kolaborasi antara perusahaan, lembaga sosial, komunitas bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan UMKM.
“Harapan kami sederhana. UMKM Cirebon tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas. Kalau semakin banyak usaha yang berkembang, dampaknya bukan hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga oleh karyawan, keluarga, dan perekonomian daerah. Inilah semangat yang ingin kami bangun bersama,” pungkasnya. (*)

