By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Pendidikan Cirebon di Tengah Janji Politik, Pemerhati Bilang Begini
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Atmosheral 4.0: Mahasiswa HI UMM Padukan Teori Hubungan Internasional dan Eksplorasi Kreatif Budaya Global
19 Juli, 2026
Potret Dua Era Korea di Atmosheral 4.0: Membedah Dinamika Semenanjung Lewat Kemitraan Akademik Global Prodi HI UMM
19 Juli, 2026
Tampil Memukau, ‘Korean Dynasty’ Sabet Best Performance Atmosheral 4.0 Hasil Kolaborasi HI UMM dan University of Auckland
19 Juli, 2026
Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
10 Juli, 2026
Tak Seindah di Drakor, Pakar Universitas Auckland Ungkap Sulitnya Mahasiswa Asing Cari Kerja di Korea Selatan
3 Juli, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Barat > Cirebon > Pendidikan Cirebon di Tengah Janji Politik, Pemerhati Bilang Begini
CirebonPendidikan

Pendidikan Cirebon di Tengah Janji Politik, Pemerhati Bilang Begini

Redaksi
Redaksi 10 Oktober, 2024
Share
3 Min Read

CIREBON, Berifakta.com – Masyarakat Kabupaten Cirebon semakin berharap adanya perubahan nyata dalam sektor pendidikan seiring dengan kampanye politik calon bupati yang tengah berlangsung. Menurut Gus Dr. M. Habib Khaerussani, M.Pd., seorang pemerhati pendidikan dan pengasuh Pondok Pesantren Akmala Sabila, Cirebon, yang dikenal dengan tradisi keagamaannya, membutuhkan pemimpin yang memahami dan peduli terhadap pendidikan serta budaya lokal.

“Kita sering disuguhi janji-janji indah dari para calon pemimpin, namun dalam praktiknya, sering kali tidak ada realisasi yang terlihat di lapangan,” ungkap Gus Habib saat diwawancarai di kantornya. Ia menambahkan bahwa krisis kebersihan akibat praktik pungutan liar (pungli) dan sulitnya akses pendidikan yang merata merupakan masalah yang kerap diabaikan oleh para pemimpin.

Gus Habib menekankan bahwa program-program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah belum sepenuhnya menyentuh akar masalah di masyarakat. “Kesenjangan pendidikan antara lembaga-lembaga besar dengan yang sedang berkembang masih sangat terasa. Pendidikan yang merata adalah fondasi penting untuk membangun Cirebon yang lebih maju dan berakhlak mulia,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Habib menyatakan bahwa calon bupati harus memberikan perhatian khusus kepada pondok pesantren dan sekolah-sekolah yang menjadi ujung tombak pencerdasan masyarakat. “Bupati yang terpilih kelak harus mampu memberikan kebijakan yang adil dan berkesinambungan, bukan hanya untuk lembaga besar, tetapi juga untuk lembaga kecil yang sedang berjuang,” tuturnya.

Ia juga menyoroti perlunya perhatian terhadap tunjangan guru dan infrastruktur pendidikan. “Guru-guru di sekolah swasta dan ustaz di pondok pesantren sering kali menerima tunjangan yang minim, meskipun mereka memiliki peran yang sangat penting dalam membangun moral dan kecerdasan masyarakat. Yang mereka harapkan adalah perhatian dan kepedulian dari pemimpin yang memikirkan nasib mereka,” tegasnya.

Dalam hal infrastruktur, Gus Habib menyampaikan, “Jalan-jalan menuju lembaga pendidikan, khususnya yang berada di pedesaan, masih banyak yang rusak parah. Ini menghambat akses siswa dan santri menuju sekolah mereka, yang berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.”

Gus Habib berharap bahwa bupati yang terpilih nanti akan benar-benar memahami masalah pendidikan dan memberikan perhatian nyata kepada sekolah dan pondok pesantren. “Kita butuh pemimpin yang tidak hanya mengerti, tetapi juga siap bekerja untuk kesejahteraan bersama,” harapnya.

Ia mengingatkan masyarakat Cirebon untuk memilih dengan bijak, bukan hanya berdasarkan janji-janji, tetapi dengan melihat rekam jejak dan kesungguhan calon pemimpin dalam memajukan pendidikan. “Pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, dan pondok pesantren adalah benteng moral masyarakat. Kita berharap agar pendidikan di Cirebon dapat berkembang lebih baik di masa depan,” tutup Gus Habib. (*)

TAGGED: Akmala Sabila, Cirebon
Redaksi 10 Oktober, 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Menuju Kesuksesan Dunia dan Akhirat: Kuliah Umum Prof. Wawan di Wisuda STIQ Al-Multazam
Next Article Siswa Edu Global School Medan Ukir Prestasi di Ajang Rekor MURI Mengingat 10 Bahasa Asing
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Atmosheral 4.0: Mahasiswa HI UMM Padukan Teori Hubungan Internasional dan Eksplorasi Kreatif Budaya Global
Pendidikan 19 Juli, 2026
Potret Dua Era Korea di Atmosheral 4.0: Membedah Dinamika Semenanjung Lewat Kemitraan Akademik Global Prodi HI UMM
Pendidikan 19 Juli, 2026
Tampil Memukau, ‘Korean Dynasty’ Sabet Best Performance Atmosheral 4.0 Hasil Kolaborasi HI UMM dan University of Auckland
Pendidikan 19 Juli, 2026
Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan
Pendidikan 10 Juli, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Pendidikan

Atmosheral 4.0: Mahasiswa HI UMM Padukan Teori Hubungan Internasional dan Eksplorasi Kreatif Budaya Global

19 Juli, 2026
Pendidikan

Potret Dua Era Korea di Atmosheral 4.0: Membedah Dinamika Semenanjung Lewat Kemitraan Akademik Global Prodi HI UMM

19 Juli, 2026
Pendidikan

Tampil Memukau, ‘Korean Dynasty’ Sabet Best Performance Atmosheral 4.0 Hasil Kolaborasi HI UMM dan University of Auckland

19 Juli, 2026
Pendidikan

Di Balik Gemerlap K-Pop, Pakar Monash University Ungkap Realitas Kerasnya Hidup di Korea Selatan

10 Juli, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?