Bandung, berifakta.com — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta sukses mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi kehadiran siswa berbasis web yang terintegrasi dengan perangkat pemindai sidik jari (fingerprint) di SMA Negeri 1 Ciparay, Kabupaten Bandung. Inovasi teknologi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong percepatan digitalisasi administrasi sekolah.
Program ini diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi UPI Kampus Purwakarta yang diketuai oleh Jaka Septiadi, bersama anggota tim Rizki Hikmawan, Nuur Wachid Abdul Majid, dan Ulva Elviani. Pelaksanaan di lapangan juga melibatkan sejumlah mahasiswa dalam proses pengembangan, implementasi, hingga pendampingan.
Inovasi ini lahir dari evaluasi terhadap sistem pengelolaan kehadiran siswa di SMAN 1 Ciparay yang sebelumnya masih didominasi cara manual. Proses pencatatan hingga rekapitulasi kehadiran menuntut keterlibatan berjenjang—mulai dari sekretaris kelas, guru mata pelajaran, wali kelas, hingga bidang kesiswaan. Akibatnya, rekapitulasi bulanan dan semesteran memakan waktu panjang, serta menyulitkan pihak sekolah ketika membutuhkan pelacakan riwayat kehadiran secara cepat.
Sebagai solusi, tim PkM membangun sistem informasi terpusat yang dapat diakses secara daring melalui portal siap-sman1ciparay.com. Sistem ini dirancang dengan pembagian hak akses pengguna secara spesifik, meliputi tingkat admin, siswa, guru atau wali kelas, dan bidang kesiswaan.
Ketua Tim PkM, Jaka Septiadi, menjelaskan bahwa implementasi teknologi ini secara langsung menyederhanakan birokrasi administrasi kehadiran yang membebani tenaga pendidik.
Baca Juga : UPI Purwakarta Latih Guru SD dalam Konseling Moral
“Melalui sistem ini, kami ingin membantu pihak sekolah agar proses pengelolaan kehadiran siswa menjadi lebih mudah. Guru tidak lagi harus terbebani dengan proses rekapitulasi kehadiran manual karena data langsung tersimpan dan diolah sistem. Dengan demikian, guru dapat lebih fokus pada kegiatan pembelajaran,” ungkap Jaka.

Lebih dari sekadar pengembangan aplikasi, tim PkM juga turun langsung membangun infrastruktur fisiknya. Mereka melakukan pemasangan dan konfigurasi perangkat fingerprint sekaligus menyiapkan jaringan Local Area Network (LAN) sebagai tulang punggung komunikasi data. Kini, saat siswa memindai sidik jari di sekolah, data kehadiran otomatis terkirim dan tercatat pada histori log di dalam sistem web.
Platform tersebut juga dibekali fitur komprehensif untuk menunjang administrasi. Dasbor aplikasi memuat pengelolaan data siswa, guru, kelas, mata pelajaran, tahun ajaran, aturan jam sekolah, kehadiran per mata pelajaran, modul pengaduan siswa, hingga fitur pencetakan laporan otomatis.
Guna memastikan sistem ini berjalan optimal dan berkelanjutan, tim PkM telah merampungkan tahapan sosialisasi. Para siswa diajarkan mekanisme pemantauan kehadiran lewat aplikasi. Secara khusus, sekretaris kelas diberikan hak akses tambahan untuk mendata kehadiran spesifik per mata pelajaran dan menyampaikan laporan pengaduan.
Pendampingan teknis juga diberikan kepada guru yang ditunjuk sebagai operator (Person In Charge/PIC) sistem. Tim PkM turut menyusun dan menyerahkan buku panduan komprehensif agar civitas akademika SMAN 1 Ciparay memiliki kemandirian dalam mengoperasikan sistem ke depannya.
Langkah digitalisasi ini menandai transisi SMAN 1 Ciparay dari sistem administrasi presensi yang tersebar secara manual menuju pengelolaan data yang terpusat dan efisien. Ke depan, tim PkM UPI Kampus Purwakarta akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna menyempurnakan sistem berdasarkan umpan balik dari pihak sekolah.

