Purwakarta, berifakta.com — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta menggelar kegiatan Coaching Clinic Scratch bagi para guru lintas disiplin ilmu se-Jawa Barat pada Rabu (17/6/2026) bertempat di Kampus UPI Purwakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab tantangan transformasi digital di sektor pendidikan sekaligus mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4.
Tantangan transformasi digital abad ke-21 yang sangat cepat menuntut para guru, siswa, dan sekolah untuk terus memperbarui kompetensi mereka. Merespons hal tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UPI yang terdiri dari dosen Program Studi Pendidikan Sistem dan Teknologi Informasi (PSTI), Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (MKB), serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menginisiasi program pelatihan ini. Acara ini tercatat dihadiri oleh 109 guru dari berbagai tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Jawa Barat.
Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Ketua Prodi PSTI UPI, Nuur Wachid Abdul Majid, menyatakan bahwa acara ini dirancang untuk meruntuhkan stigma terkait pemrograman yang berkembang di kalangan guru.
“Technologi seperti coding bukan lagi milik eksklusif guru TIK. Melalui Scratch, guru Matematika bisa membuat alat peraga pecahan bergerak, guru Sejarah bisa membangun lini masa interaktif, dan guru Agama bisa membuat visualisasi tata cara ibadah yang dinamis. Semua bisa, semua mampu,” ujar Nuur Wachid.
Suksesnya acara yang bertajuk “Satu Platform, Sejuta Inovasi: Revolusi Scratch untuk Seluruh Disiplin Ilmu” ini merupakan perwujudan dari kemitraan strategis model Pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, industri, organisasi masyarakat, pemerintah, dan media.
Baca Juga: UPI Purwakarta Latih Guru SD dalam Konseling Moral
UPI Purwakarta selaku penyelenggara akademis bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, mitra industri seperti Intel Indonesia dan PT Tera Data Indonusa, Tbk (melalui Axioo Class Program), serta organisasi masyarakat yang meliputi Komunitas SFI Jawa Barat, MGMP TJKT Jawa Barat, Yayasan Semua Senyum Indonesia, dan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kabupaten Purwakarta. Axioo dan Intel secara khusus menyediakan kerangka kurikulum bertaraf internasional melalui program Intel Skills for Innovation (SFI) dan Intel Educator.

Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan Kemendikdasmen mengenai pentingnya pembelajaran coding dan Kecerdasan Buatan (AI) di sekolah persekolahan, serta selaras dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat transformasi digital pendidikan. Melalui pelatihan ini, guru yang terbiasa menggunakan buku cetak didorong menjadi kreator media pembelajaran digital yang inovatif dan mandiri.
Nuur Wachid menambahkan bahwa program ini adalah bagian dari Rencana Induk Pengabdian kepada Masyarakat UPI 2026–2030. “Kami percaya bahwa guru yang melek teknologi adalah fondasi utama pendidikan berkualitas yang merata. Program ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan digitalisasi yang akan terus kami perluas ke seluruh wilayah Jawa Barat,” tegasnya.
Pelatihan ini juga menjadi langkah awal pembentukan komunitas praktisi guru digital yang akan terus terhubung melalui platform digital pasca-pelatihan, memastikan dampak pemberdayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, UPI Purwakarta kembali membuktikan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong transformasi pendidikan yang inklusif, berbasis teknologi, dan berdampak nyata bagi pendidik di Jawa Barat.

