MALANG, Berifakta.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan ruang kolaborasi antara pemahaman teoretis dan eksplorasi kreatif melalui praktikum sekaligus eksibisi bertajuk Atmosheral 4.0. Digelar di Aula BAU UMM pada Sabtu (11/07), agenda tahunan ini merupakan luaran inovatif dari mata kuliah Kajian Kawasan dalam Hubungan Internasional. Dengan bertemakan “Exploring Traditions Hidden Within Nature’s Wonders”, giat ini mengajak para mahasiswa untuk membedah karakteristik berbagai kawasan di belahan dunia.
Untuk menghidupkan kajian teoretis tersebut menjadi pengalaman visual yang interaktif, mahasiswa dibagi ke dalam 10 kelompok kawasan utama: Afrika, Timur Tengah, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan, Eropa, Amerika Latin, Kepulauan Pasifik, Korean Modern, dan Korean Dynasty. Lebih dari sekadar pameran, setiap kelompok ditantang untuk merepresentasikan identitas geopolitik dan sosiokultural kawasan masing-masing. Hal ini diwujudkan lewat balutan kostum tematik, pertunjukan seni drama dan tari, tata dekorasi booth, hingga sesi presentasi edukatif kepada para pengunjung.
Kekayaan perspektif yang disuguhkan dalam pameran ini turut mendapat atensi dari jajaran pimpinan kampus. Kepala Biro Pendidikan dan Pengajaran (BPP) UMM, Zulfatman, Ph.D., yang hadir secara langsung menegaskan bahwa eksibisi kultural semacam ini sangat relevan dengan tuntutan global masa kini. Ia berpesan agar mahasiswa HI tidak hanya terpaku pada penguasaan aspek politik murni, melainkan juga harus tajam dalam melihat dinamika ekonomi dan sosiokultural di tengah konstelasi politik global.
Senada dengan visi tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., memberikan apresiasi penuh atas dedikasi dan eksekusi para mahasiswaSaya sangat mengapresiasi gelaran ini karena kreativitas dan ketajaman mahasiswa diekspresikan dengan maksimal. Alangkah baiknya jika karya-karya impresif seperti ini mulai diekspos ke ranah eksternal, sehingga masyarakat luas mengetahui kualitas dan kapasitas sebenarnya dari mahasiswa Kampus Putih,” ujarnya.
Lewat Atmosheral 4.0, belajar Hubungan Internasional terbukti tidak melulu berkutat dengan teks teoretis di dalam kelas. Acara ini berhasil menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk menerjemahkan kerumitan isu lintas kawasan ke dalam karya yang lebih riil dan mudah dipahami. Ke depannya, eksibisi ini diharapkan bisa terus dipertahankan menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa HI UMM mampu membawa praktik diplomasi kultural langsung ke tengah masyarakat luas. (*)

