By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Prof. Gonda Yumitro Jabarkan Situasi Korea Selatan di Persimpangan Pernikahan Imigran
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
15 Oktober, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
13 Oktober, 2026
Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural
13 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia
13 Oktober, 2026
Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur
8 Oktober, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Prof. Gonda Yumitro Jabarkan Situasi Korea Selatan di Persimpangan Pernikahan Imigran
Malang

Prof. Gonda Yumitro Jabarkan Situasi Korea Selatan di Persimpangan Pernikahan Imigran

Redaksi
Redaksi 29 Desember, 2024
Share
3 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Korea Selatan, negara dengan sejarah homogenitas etnis yang panjang, kini tengah mengalami transformasi sosial yang signifikan. Menurut Prof. Gonda Yumitro, dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), perubahan demografis akibat migrasi dan globalisasi telah mendorong Korea Selatan menuju masyarakat multikultural yang lebih inklusif.

Argumen tersebut disampaikan oleh Prof. Gonda dalam kelas Multikulturalisme di Asia oleh Prodi HI UMM. Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea.

“Korea Selatan saat ini memiliki populasi sekitar 51 juta jiwa, dengan lebih dari 80% tinggal di wilayah perkotaan,” ujar Prof. Gonda. Urbanisasi pesat ini telah membuka ruang bagi pendatang dari berbagai negara Asia, seperti China, Vietnam, Thailand, dan Filipina, yang secara bertahap mengubah lanskap sosial Korea.

Salah satu fenomena menarik adalah meningkatnya pernikahan internasional. “Pernikahan antara pria Korea dan wanita asing tidak hanya sekadar statistik, melainkan cermin kompleksitas sosial budaya yang lebih dalam,” tambah Prof. Gonda.

Wanita migran kerap menghadapi tekanan untuk berasimilasi dengan cepat, seringkali dengan konsekuensi mengorbankan identitas budaya mereka sendiri. Hal ini menciptakan dinamika sosial yang rumit dan memerlukan pendekatan yang sensitif.

Pemerintah Korea Selatan, menyadari kompleksitas tantangan sosial yang dihadapi, telah melakukan terobosan signifikan dalam kebijakan pendidikan. “Pendekatan multikultural dalam pendidikan menjadi instrumen kunci untuk membangun masyarakat yang saling menghargai,” papar Prof. Gonda.

Kebijakan baru yang dikembangkan pemerintah mencakup serangkaian program komprehensif yang dirancang untuk mendukung integrasi dan pengembangan masyarakat multikultural. Salah satu langkah strategis adalah pemberian layanan pendidikan bahasa khusus bagi para migran, yang bertujuan membantu mereka menguasai bahasa Korea dan mempermudah adaptasi dalam sistem sosial.

Selain itu, pemerintah juga mengimplementasikan program konseling yang intensif untuk membantu para migran dalam proses integrasi, memberikan dukungan psikologis dan sosial yang diperlukan untuk menghadapi tantangan budaya.

“Inti dari upaya ini adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap individu, terlepas dari latar belakang etnis atau budayanya, dapat hidup bermartabat dan dihargai,” tegas Prof. Gonda.

Anak-anak dari keluarga campuran, yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam sistem pendidikan yang homogen, kini mulai mendapatkan perhatian khusus. Mereka tidak lagi dipandang sebagai “berbeda”, melainkan bagian integral dari masyarakat Korea modern.

Meskipun demikian, Prof. Gonda menekankan bahwa perjalanan menuju masyarakat multikultural sejati masih panjang. “Dibutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh komponen masyarakat—pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil—untuk benar-benar mewujudkan inklusivitas,” ujarnya. Korea Selatan, dengan langkah-langkah strategisnya, tampaknya tengah menulis ulang narasi kebangsaannya menuju masa depan yang lebih beragam dan saling mendukung. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 29 Desember, 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Dosen HI UMM Paparkan Tantangan Korea Selatan dalam Menjaga Prinsip 민족 (Minjok) di Tengah Nilai Nilai Multikulturalisme
Next Article Dua Kader Muda Muhammadiyah Terbitkan Buku Puisi Kilau Senja di Kota Soto
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea
Pendidikan 15 Oktober, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
Pendidikan 13 Oktober, 2026
Tepis Stigma Rasisme, Korea Selatan Revitalisasi Saemaul Undong Demi Merangkul Keluarga Multikultural
News 13 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia
Pendidikan 13 Oktober, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Pendidikan

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

15 Oktober, 2026
Pendidikan

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

13 Oktober, 2026
Pendidikan

Bukan Sekadar Toleransi Pasif, ‘Penerimaan Penuh Hati’ Kunci Utama Rekatkan Komunitas Asia

13 Oktober, 2026
Pendidikan

Sekolah Kosong hingga Serbuan Pengantin Migran: Prof. Changzoo Song Bedah Multikulturalisme Asia Timur

8 Oktober, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?