By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
TK Smart Auladi Cirebon Jadi Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Kota Cirebon
29 Agustus, 2026
Lazismu Kabupaten Cirebon Salurkan Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa Rp100 Juta untuk Siswa Dhuafa hingga Berprestasi
27 Agustus, 2026
Menyulap Coding Jadi Permainan Seru, UPI Purwakarta Kenalkan Inovasi Tangiblock
14 Agustus, 2026
Sulap Sampah Jadi Cuan dan Telur: Cerita Seru Warga Cikarawang dan IPB Bangun Ekonomi Sirkular di Kebun Merdesa
13 Agustus, 2026
Bukan Kerja Sendirian, IPB Ajak Warga dan Komunitas Bangun Pabrik Ekonomi Sirkular di Cikarawang
12 Agustus, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman
MalangPendidikan

Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman

Redaksi
Redaksi 22 November, 2025
Share
3 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Dalam serial Eurasia Lecture bertema “Why a New Community Now? Its Necessity and Meaning”, Prof. Chung Jon-Koon dari Meiji University, yang juga peneliti senior Eurasia Foundation, menegaskan bahwa pembentukan komunitas baru adalah kebutuhan mendesak di tengah menguatnya individualisme dan memudarnya fungsi komunitas tradisional. Kegiatan ini menghadirkan Dianni Risda., M.Ed dari UPI sebagai penerjemah sehingga gagasan utama tersampaikan secara utuh kepada mahasiswa.

Kelas ini merupakan hasil kerja sama Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation.

Prof. Chung membuka paparannya dengan menekankan tiga prinsip yang menjadi roh Eurasia Foundation: siapa pun dari negara mana pun dapat bergabung, tidak memandang agama, serta menerima perubahan dan keberagaman. Ia menyebut komunitas yang sehat bertumpu pada keterkaitan antaranggotanya, berbagi nilai serta visi-misi yang sama. Menurutnya, manusia hidup dalam ekosistem komunitas—keluarga, sekolah, tempat kerja, sampai negara—dan satu individu kini bisa menjadi bagian dari 30–40 komunitas sekaligus. Ironisnya, individualisme justru kian menguat, sementara komunikasi di dalam komunitas melemah, sehingga banyak komunitas kehilangan peran aslinya.

Berangkat dari kondisi ini, Prof. Chung menjelaskan bahwa komunitas baru kerap lahir karena terbatasnya ruang dalam komunitas lama dan dorongan perubahan yang tak terelakkan. Ia mengibaratkan masyarakat seperti tubuh dengan jutaan sel yang terus beregenerasi. Agar “tubuh” tetap sehat, sel-sel harus beradaptasi; komunitas yang menolak perubahan akan rapuh dan perlahan hancur. Perubahan dan keberagaman, lanjutnya, justru menciptakan pola hidup baru dan membuat komunitas lebih dinamis.

Prof. Chung juga menyinggung rasa putus asa yang membayangi masyarakat modern. Fokus publik kerap tertuju pada kematian akibat perang, kriminalitas, atau kecelakaan, padahal bunuh diri adalah masalah senyap yang menandai bahwa ekosistem komunitas gagal memberi makna dan penopang hidup bagi anggotanya. Menurutnya, komunitas yang hadir, peka, dan komunikatif dapat menjadi ruang pemulih yang mencegah keputusasaan meluas.

Mengambil contoh global, Prof. Chung menyebut Amerika Serikat tumbuh besar karena merayakan keberagaman; kontribusi signifikan para migran pada ratusan perusahaan besar menjadi cermin bahwa perubahan dan keberagaman adalah prasyarat ketangguhan komunitas. Pada saat yang sama, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi negara besar asalkan mau melihat dunia dari berbagai perspektif, tidak terpaku pada satu lensa negara tertentu. Mengumpulkan data itu penting, namun kebenaran baru tampak ketika data ditelaah dari beragam sudut pandang; melihat dari satu perspektif saja rawan memicu konflik dan kesalahpahaman.

Menutup sesi, Prof. Chung menegaskan bahwa memahami “mengapa” komunitas baru dibutuhkan sekarang akan menuntun pada “bagaimana” mendefinisikan maknanya serta merawat keberlanjutannya. Komunitas yang sadar tujuan, menjaga komunikasi, dan merangkul perubahan serta keberagaman, menurutnya, adalah fondasi masyarakat yang lebih resilien untuk menghadapi krisis masa kini maupun tantangan yang akan datang. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 22 November, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Family Playventure: Boardgame Land Ajak Keluarga Cirebon Eratkan Kedekatan Lewat Aktivitas Bermain
Next Article Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Akademisi India Soroti Pengelolaan Keberagaman sebagai Modal Bersama
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

TK Smart Auladi Cirebon Jadi Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Kota Cirebon
Cirebon Pendidikan 29 Agustus, 2026
Lazismu Kabupaten Cirebon Salurkan Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa Rp100 Juta untuk Siswa Dhuafa hingga Berprestasi
Pendidikan 27 Agustus, 2026
Menyulap Coding Jadi Permainan Seru, UPI Purwakarta Kenalkan Inovasi Tangiblock
News Purwakarta 14 Agustus, 2026
Sulap Sampah Jadi Cuan dan Telur: Cerita Seru Warga Cikarawang dan IPB Bangun Ekonomi Sirkular di Kebun Merdesa
Jawa Barat News 13 Agustus, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

CirebonPendidikan

TK Smart Auladi Cirebon Jadi Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Kota Cirebon

29 Agustus, 2026
Pendidikan

Lazismu Kabupaten Cirebon Salurkan Beasiswa Mentari Kado Kemerdekaan Anak Bangsa Rp100 Juta untuk Siswa Dhuafa hingga Berprestasi

27 Agustus, 2026
Pendidikan

Penguatan Karakter Kepemimpinan melalui Moderasi Beragama dan Sinergi Sekolah–Keluarga di SDN 1 Ciseureuh Purwakarta

25 Juli, 2026
Pendidikan

Atmosheral 4.0: Mahasiswa HI UMM Padukan Teori Hubungan Internasional dan Eksplorasi Kreatif Budaya Global

19 Juli, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?