By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Bedah Identitas Maritim Indonesia, Dosen HI UMM Raih Penghargaan Disertasi Terbaik di Taiwan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Purwakarta: Bukan Tanah yang Dijanjikan Ekonomi Bertumbuh
3 Juni, 2026
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan
30 Mei, 2026
Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI
18 Mei, 2026
XTC Purwakarta Dukung Langkah Hukum Abang Ijo, Ajak Masyarakat Berani Tuntut Hak
15 Mei, 2026
Children Performance Smart Auladi, Panggung Tumbuh Kembang dan Keberanian Anak
14 Mei, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Bedah Identitas Maritim Indonesia, Dosen HI UMM Raih Penghargaan Disertasi Terbaik di Taiwan
Malang

Bedah Identitas Maritim Indonesia, Dosen HI UMM Raih Penghargaan Disertasi Terbaik di Taiwan

Redaksi
Redaksi 7 Desember, 2025
Share
4 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Sebuah pencapaian akademik prestisius kembali ditorehkan oleh Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tonny Dian Effendi, Ph.D. Lewat disertasi yang digarapnya secara intensif selama 1,5 tahun, Tonny berhasil meraih predikat NSYSU Outstanding Doctoral Dissertation Award 2024-2025 dari National Sun Yat-sen University, Taiwan.

Penghargaan ini menjadi bukti kualitas riset dosen UMM di kancah global. Pihak universitas di Taiwan memiliki indikator ketat dalam menentukan disertasi yang dianggap memberikan kontribusi signifikan terhadap keilmuan. Dalam risetnya, Tonny melakukan bedah mendalam terhadap konstruksi identitas maritim Indonesia, sebuah topik klasik yang diulas kembali dengan pisau analisis yang lebih tajam.

Mengisi Celah Teoretis Konstruktivisme

Dalam disertasinya, Tonny tidak hanya memaparkan sejarah, namun juga masuk ke ranah perdebatan teoretis Hubungan Internasional. Ia berupaya mengisi celah (gap) dalam perspektif Konstruktivisme Alexander Wendt dengan menggunakan pendekatan yang ditawarkan oleh Amitav Acharya dan Martha Finnemore untuk mempertajam analisis pembentukan identitas negara.

“Secara konseptual, state identity dan nation identity memiliki perbedaan mendasar. State identity melingkupi identitas bangsa sekaligus bermanifestasi dalam perilaku politik luar negeri,” jelas Tonny mengenai kerangka berpikirnya.

Melalui kacamata tersebut, ia menganalisis tiga doktrin kunci: Deklarasi Djuanda 1957, Wawasan Nusantara era Orde Baru, dan visi Poros Maritim Dunia (Global Maritime Fulcrum) era Presiden Jokowi.

“Menariknya, visi maritim Indonesia justru cenderung retrospektif, yakni berupaya merevitalisasi kejayaan masa lampau seperti era Sriwijaya dan Majapahit,” tambahnya.

Proses riset ini memiliki tantangan tersendiri, terutama saat penggalian data primer terkait kepastian arsip dan interpretasi Wawasan Nusantara di era pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, ketekunan riset membuahkan hasil yang komprehensif.

Filosofi “Debu di Semesta” dan Sebuah Magnum Opus

Di balik bobot akademisnya, terselip filosofi mendalam yang dipegang teguh oleh Tonny. Ia memandang disertasi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan sebuah pertanggungjawaban intelektual.

“Bagi saya, studi doktoral adalah kesempatan satu kali seumur hidup. Karena itu, pantang untuk berkarya setengah hati. Disertasi ini harus menjadi magnum opus, sebuah karya puncak dalam perjalanan akademik saya,” tegas Tonny.

Kendati demikian, pencapaian ini justru membawanya pada kontemplasi kerendahan hati. Pengalaman berinteraksi dalam berbagai konferensi internasional membuka matanya akan luasnya samudra ilmu pengetahuan.

“Pencapaian ini menjadi pengingat untuk menjauhkan diri dari arogansi. Saat berada di forum internasional, saya menyadari betapa kecilnya diri ini; ibarat butiran debu di tengah luasnya semesta ilmu pengetahuan,” ungkapnya merefleksikan perjalanan studinya.

Pasca penghargaan ini, Tonny memiliki peta jalan akademik yang jelas. Salah satu agenda prioritasnya adalah mentransformasikan naskah disertasinya menjadi sebuah buku akademis. Langkah penerbitan ini diambil sebagai respons atas rekomendasi ketua dewan penguji yang menilai riset tersebut memiliki bobot tinggi dan layak menjangkau khalayak yang lebih luas.

Selain itu, ia juga membidik peluang studi postdoctoral serta aktif dalam konferensi internasional. Ia pun menitipkan pesan optimisme bagi mahasiswa HI UMM agar berani bermimpi tinggi.

“Kuncinya adalah memperkaya dialektika melalui diskusi akademik. Jika ingin hasil terbaik, berikan usaha yang terbaik. Saya ingin meyakinkan mahasiswa HI UMM, jika saya bisa mencapai titik ini, rekan-rekan baik mahasiswa dan dosen pun pasti bisa melampauinya,” pungkasnya. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 7 Desember, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Prof. Yinghuei Chen Dorong Terbentuknya Warga Global yang Inklusif
Next Article Gimi Hijab, Brand Fashion Kebanggaan Cirebon Tampil di Cirebon Music & Fashion Festival 2025
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Purwakarta: Bukan Tanah yang Dijanjikan Ekonomi Bertumbuh
Opini 3 Juni, 2026
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan
Pendidikan 30 Mei, 2026
Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI
Pendidikan 18 Mei, 2026
XTC Purwakarta Dukung Langkah Hukum Abang Ijo, Ajak Masyarakat Berani Tuntut Hak
News 15 Mei, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan

30 Mei, 2026
Pendidikan

Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI

18 Mei, 2026
Pendidikan

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM

5 Mei, 2026
Pendidikan

Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya

2 Mei, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?