By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Prof. Gonda Yumitro Kupas Dinamika Pekerja Migran dan Identitas dalam Era Globalisasi
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
30 Oktober, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan
30 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
30 Oktober, 2026
Jelang Musda Partai Golkar Purwakarta, Rosi Tegaskan Kepemimpinan Harus Lahir dari Kepercayaan, Bukan Ketakutan
28 Oktober, 2026
Atasi Irigasi Keruh, UPI Kampus Purwakarta Latih Petani Sumber Sari Gunakan Filtrasi Surya Berbasis IoT
23 Oktober, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Prof. Gonda Yumitro Kupas Dinamika Pekerja Migran dan Identitas dalam Era Globalisasi
Malang

Prof. Gonda Yumitro Kupas Dinamika Pekerja Migran dan Identitas dalam Era Globalisasi

Redaksi
Redaksi 9 Januari, 2025
Share
2 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Globalisasi telah menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pengelolaan keragaman identitas dan migrasi lintas negara. Fenomena ini memerlukan pendekatan multikulturalisme yang komprehensif untuk menjembatani perbedaan budaya dan menciptakan harmoni sosial.

Hal tersebut disampaikan Prof. Gonda Yumitro dalam kelas Multikulturalisme di Asia yang bertajuk “Living in the Global Era with Citizenship and Multiculturalism: Asian Shift between Globalization and Regionalism”. Kelas ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series.

“Mengutip Roland Robertson dari University of Aberdeen, globalisasi telah menciptakan kompresi dunia dan intensifikasi kesadaran global. Proses ini didorong oleh teknologi, ekonomi, dan berbagai faktor lain seperti kapitalisme global dan migrasi transnasional,” papar Gonda.

Taiwan menjadi contoh menarik dalam diskusi ini. Negara tersebut telah bertransformasi dari masyarakat yang relatif tertutup menjadi destinasi pekerja migran, termasuk dari Indonesia. “Peningkatan jumlah pekerja migran Muslim Indonesia di Taiwan mencerminkan hubungan mutualisme antara kedua negara, meski masih menghadapi tantangan bahasa dan potensi benturan identitas,” jelasnya.

Ketika berbicara tentang identitas, Gonda menekankan pentingnya pengenalan dan penghargaan terhadap perbedaan. “Penggunaan istilah seperti ‘pribumi’ dan ‘migran’ harus dilakukan dengan hati-hati karena berpotensi menciptakan polarisasi sosial, terutama ketika dijadikan identitas politik,” ujarnya.

Terkait relativisme budaya, ia menggarisbawahi bahwa setiap masyarakat memiliki kode moral yang berbeda. Namun, perbedaan ini tidak berarti absennya kebutuhan akan nilai-nilai universal yang menjembatani keberagaman.

“Multikulturalisme mengakui klaim universal terhadap budaya yang berbeda. Dunia perlu menerapkan prinsip kesetaraan di antara berbagai keyakinan, persepsi, dan perilaku masyarakat,” tutup Gonda seraya menekankan pentingnya membangun pemahaman lintas budaya. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 9 Januari, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Akademisi IIUM Bahas Dinamika Multikulturalisme Malaysia dalam Perspektif Historis
Next Article Praktikum Lapang Paradiplomasi, Mahasiswa HI UMM Kunjungi Pemprov Jatim
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Jelang Musda Partai Golkar Purwakarta, Rosi Tegaskan Kepemimpinan Harus Lahir dari Kepercayaan, Bukan Ketakutan
Jawa Barat 28 Oktober, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Pendidikan

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

30 Oktober, 2026
Pendidikan

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan

30 Oktober, 2026
Pendidikan

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

30 Oktober, 2026
Pendidikan

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

15 Oktober, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?