By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
30 Oktober, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan
30 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
30 Oktober, 2026
Jelang Musda Partai Golkar Purwakarta, Rosi Tegaskan Kepemimpinan Harus Lahir dari Kepercayaan, Bukan Ketakutan
28 Oktober, 2026
Atasi Irigasi Keruh, UPI Kampus Purwakarta Latih Petani Sumber Sari Gunakan Filtrasi Surya Berbasis IoT
23 Oktober, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Pendidikan > Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Pendidikan

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah

Redaksi
Redaksi 30 Oktober, 2026
Share
2 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Polarisasi politik Islam di Indonesia tidak hanya menciptakan jarak antarkelompok keagamaan, melainkan telah merambah hingga ke pembelahan internal di tubuh organisasi kemasyarakatan (ormas) besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Fenomena tersebut dibedah dalam Kelas Multikulturalisme di Asia pada Serial Kuliah Eurasia (Eurasia Lecture Series) yang diselenggarakan oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (HI UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation, menghadirkan akademisi Ilmu Pemerintahan UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.PA.

Dalam pemaparannya yang memadukan data riset berbasis perangkat lunak NVivo dan dinamika sosial politik terkini, Salahudin mengungkapkan bahwa isu politik, penegakan hukum, serta kebebasan beragama memicu tingginya perbedaan sentimen di tingkat akar rumput. Data penelitian menunjukkan sentimen organisasi masyarakat terhadap isu Islam terbagi tajam antara sikap pro (44,93 persen) dan kontra (38,89 persen). “Pembelahan ini sangat dinamis. Di internal Muhammadiyah, misalnya, terdapat jarak pandang antara pengurus pusat dan organisasi sayap seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mencatatkan sentimen kontra hingga 75 persen,” paparnya.

Dosen UMM tersebut menambahkan bahwa pola pembelahan serupa juga terjadi di internal NU, di mana perbedaan pandangan antarwilayah seperti NU Jawa Timur dan NU Jawa Tengah tampak nyata dalam merespons isu-isu kebangsaan, mulai dari kepemimpinan perempuan hingga Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS). Di sisi lain, cairnya peta koalisi politik pasca-Pemilu 2024 serta dinamika pengaruh figur publik turut memperluas spektrum perbedaan pandangan jamaah di tingkat lokal secara signifikan.

Merespons potensi ancaman polarisasi terhadap stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi nasional, Salahudin menekankan pentingnya pendekatan multikulturalisme dalam merawat persatuan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak terjebak pada dogma kelompok yang eksklusif, melainkan mengedepankan kacamata kemanusiaan. “Polarisasi adalah hal yang alamiah dalam demokrasi. Kuncinya ada pada kedewasaan kita untuk mengarusutamakan nilai multikulturalisme dan melihat perbedaan dari sudut pandang kemanusiaan, sehingga keragaman justru memperkuat fondasi kebangsaan,” pungkasnya. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 30 Oktober, 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Bukan Lagi Antar-Ormas, Polarisasi Politik Islam Mulai Merambah Akar Rumput NU dan Muhammadiyah
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural
Pendidikan 30 Oktober, 2026
Jelang Musda Partai Golkar Purwakarta, Rosi Tegaskan Kepemimpinan Harus Lahir dari Kepercayaan, Bukan Ketakutan
Jawa Barat 28 Oktober, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Pendidikan

Kikis Dark Jokes dan Superioritas Etnis Demi Redam Konflik Sosial di Kawasan

30 Oktober, 2026
Pendidikan

Bukan Sekadar Skorsing, Pemberdayaan Mediasi Sejawat Jadi Kunci Harmoni Multikultural

30 Oktober, 2026
Pendidikan

Mengisi Kekosongan Negeri Ginseng, Imigran Asia Tenggara Ubah Wajah Pembangunan Desa Korea

15 Oktober, 2026
Pendidikan

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

13 Oktober, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?