By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Dari Penyintas Menjadi Relawan, Mahasiswa Pascasarjana UMM Edukasi Keluarga tentang Mitigasi Bencana
16 September, 2026
Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Warga Rempang Kembangkan ‘Urban Farming’ untuk Ketahanan Pangan Keluarga
13 September, 2026
Sambut Kurikulum Wajib 2027, PGSD UPI Purwakarta Gembleng Guru SD Lewat TEYL English Rocks 2026
10 September, 2026
Tinggalkan Cara Manual, Tim PkM UPI Purwakarta Terapkan Sistem Kehadiran Berbasis IoT di SMAN 1 Ciparay
8 September, 2026
Fathan Faris Saputro Rilis Buku Stop Jadi Biasa Saja, Ajak Pembaca Terus Bertumbuh
4 September, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan
News

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan

Redaksi
Redaksi 9 Juni, 2026
Share
2 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Di balik gemerlap kemajuan ekonomi dan industri hiburannya, Korea Selatan rupanya tengah menghadapi krisis struktural yang kian mengkhawatirkan.

Isu krusial mengenai melebarnya jurang ketimpangan di negara tersebut dibedah secara kritis oleh Shannaz Mutiara Deniar, Dosen Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melalui analisis film dokumenter bertajuk “How South Korea’s Income Gap Became Wider Than Ever”. 

Fokus utama pemaparan Shannaz menyoroti bagaimana ketimpangan pendapatan di Korea Selatan berbanding lurus dengan kesenjangan pendidikan. Sistem pendidikan yang sangat kompetitif memicu terjadinya semacam “perlombaan senjata” melalui lembaga bimbingan belajar swasta atau hagwon. 

Hal ini memunculkan perdebatan terkait ilusi meritokrasi versus pewarisan kekayaan. Shannaz mengajak mahasiswa mempertanyakan apakah sistem pendidikan yang mengandalkan tes masuk universitas (Suneung) benar-benar meritokratis, mengingat tingginya nilai ujian sangat dipengaruhi oleh seberapa besar uang yang bisa dihabiskan keluarga untuk membiayai tutor swasta. 

Selain persoalan pendidikan, kelas kajian ini juga menyoroti pasar tenaga kerja yang terbelah ke dalam sistem ganda. Terdapat jurang yang masif antara pekerjaan korporat bergengsi di bawah naungan chaebol (konglomerasi raksasa) dan pekerjaan kontrak yang tidak stabil dengan upah jauh lebih kecil. Di saat yang sama, harga perumahan yang meroket tajam di Seoul turut menciptakan jurang kekayaan yang sangat sulit dijembatani. 

Akumulasi dari kecemasan ekonomi dan iklim hiper-kapitalisme ini bermuara pada keruntuhan demografis. Besarnya biaya untuk membesarkan anak di lingkungan yang hiper-kompetitif menjadikan Korea Selatan sebagai negara dengan krisis demografi yang sangat parah. Diskusi ini menyimpulkan bahwa insentif finansial (seperti bonus melahirkan) tidak akan efektif mengatasi krisis kesuburan jika akar masalah berupa budaya sosial yang sangat kompetitif tidak dibenahi. 

Melalui kajian ini, fenomena di Korea Selatan dipandang memiliki relevansi global. Krisis real estat, burnout di kalangan pelajar, hingga ketergantungan pada gig economy menjadi bahan refleksi penting. Evaluasi akhir dari diskusi ini meninggalkan satu pertanyaan besar: apakah Korea Selatan adalah sebuah anomali, ataukah negara tersebut hanya sedang menunjukkan masa depan yang akan segera dihadapi oleh negara-negara maju lainnya? (*)

Redaksi 9 Juni, 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara
Next Article Dukung SDGs 4, Tim PKM PGSD UPI Purwakarta Latih Guru SDN 3 Selaawi Kembangkan Media Pembelajaran Interaktif
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Dari Penyintas Menjadi Relawan, Mahasiswa Pascasarjana UMM Edukasi Keluarga tentang Mitigasi Bencana
Jawa Barat Pendidikan 16 September, 2026
Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Warga Rempang Kembangkan ‘Urban Farming’ untuk Ketahanan Pangan Keluarga
News 13 September, 2026
Sambut Kurikulum Wajib 2027, PGSD UPI Purwakarta Gembleng Guru SD Lewat TEYL English Rocks 2026
News 10 September, 2026
Tinggalkan Cara Manual, Tim PkM UPI Purwakarta Terapkan Sistem Kehadiran Berbasis IoT di SMAN 1 Ciparay
Bandung Raya 8 September, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Jawa BaratPendidikan

Dari Penyintas Menjadi Relawan, Mahasiswa Pascasarjana UMM Edukasi Keluarga tentang Mitigasi Bencana

16 September, 2026
News

Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Warga Rempang Kembangkan ‘Urban Farming’ untuk Ketahanan Pangan Keluarga

13 September, 2026
News

Sambut Kurikulum Wajib 2027, PGSD UPI Purwakarta Gembleng Guru SD Lewat TEYL English Rocks 2026

10 September, 2026
CirebonPendidikan

TK Smart Auladi Cirebon Jadi Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Kota Cirebon

29 Agustus, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?