By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
30 April, 2026
IPB CHARTS Gelar Diskusi Publik Bahas Transformasi Pedesaan di Tiongkok
27 April, 2026
13 Tahun Bertumbuh, Edu Global School Rayakan Perjalanan Lewat EGSVERSARY
22 April, 2026
Di Balik Gemerlap Hallyu: Dosen University of Melbourne Ungkap Ketimpangan Sosial Lewat Bahasa di Kelas HI UMM
22 April, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Pendidikan > Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
Pendidikan

Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan

Redaksi
Redaksi 30 April, 2026
Share
5 Min Read

Oleh: Irfan Sholahuddin Gozali, M.E., Pemerhati Pendidikan

Awal yang Kuat, Harapan yang Besar

Saat ini, banyak orang tua Muslim memberikan perhatian besar pada pendidikan agama anak sejak dini. TK Islam dan SD Islam terpadu menjadi pilihan utama. Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, namun dianggap sebagai investasi untuk masa depan anak.

Harapannya sederhana tetapi penting: anak tumbuh cerdas, memiliki akhlak yang baik, dekat dengan Al-Qur’an, dan memiliki dasar agama yang kuat. Hal ini sejalan dengan perintah Allah agar setiap orang tua menjaga diri dan keluarganya dari keburukan.

Namun persoalannya bukan pada awal, melainkan pada kelanjutan yang sering kali terabaikan.

Perubahan Arah di Jenjang Lanjutan

Setelah lulus SD, banyak anak berpindah ke sekolah umum yang tidak memiliki fokus pada pendidikan agama. Keputusan ini biasanya didasarkan pada pertimbangan akademik, lingkungan, atau kedekatan dengan keluarga.

Di titik ini sering terjadi perubahan arah. Pendidikan agama yang sebelumnya menjadi prioritas mulai berkurang porsinya. Proses yang sudah dibangun selama bertahun-tahun menjadi tidak berlanjut secara optimal.

Padahal pendidikan anak adalah amanah yang membutuhkan konsistensi, bukan hanya keputusan sesaat.

Dampak dari Lingkungan yang Berubah

Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan anak. Ketika lingkungan tidak lagi mendukung pembiasaan membaca Al-Qur’an, menghafal, dan beribadah, maka perlahan kebiasaan tersebut akan melemah.

Ini bukan semata karena anak berubah, tetapi karena sistem dan lingkungan yang membentuknya juga berubah. Pendidikan agama tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus dijaga melalui suasana yang mendukung.

Pesantren dan Realitas Orang Tua

Secara umum, pendidikan berbasis pesantren dianggap mampu menjaga kesinambungan pendidikan agama. Lingkungan, kurikulum, dan pembiasaan ibadah berjalan lebih terstruktur.

Namun tidak semua orang tua memilih jalur ini. Ada pertimbangan kesiapan anak, faktor psikologis, serta keinginan agar anak tetap dekat dengan keluarga. Hal ini menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan.

Madrasah Negeri: Ada, Tapi Belum Selalu Dipilih

Pemerintah telah menyediakan pilihan melalui MTsN dan MAN sebagai sekolah yang menggabungkan pendidikan umum dan agama.

Namun dalam praktiknya, tidak semua orang tua merasa pilihan ini sesuai dengan kebutuhan mereka. Perbedaan pendekatan, lingkungan, dan harapan pendidikan membuat sebagian orang tua mencari alternatif lain.

Munculnya Sekolah Islam Full Day

Jika sebelumnya model sekolah Islam full day lebih banyak ditemui di jenjang dasar, kini mulai berkembang hingga tingkat menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA).

Perkembangan ini menunjukkan adanya respon terhadap kebutuhan orang tua yang menginginkan pendidikan agama tetap berlanjut setelah jenjang SD. Sekolah-sekolah tersebut berupaya menghadirkan kombinasi antara pembinaan keislaman seperti tahsin dan tahfidz, dengan kurikulum nasional yang tetap kompetitif.

Dengan model ini, anak tetap bisa tinggal bersama keluarga, namun tetap mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung nilai-nilai agama. Ini menjadi salah satu alternatif yang semakin diminati sebagai solusi atas kekhawatiran terputusnya pendidikan Islam di jenjang lanjutan.

Tantangan bagi Dunia Pendidikan

Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan Islam menghadapi tantangan yang serius. Tidak cukup hanya menyediakan sekolah, tetapi perlu membangun sistem yang berkelanjutan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.

Kualitas juga menjadi hal penting. Masyarakat semakin kritis dalam memilih pendidikan. Selain itu, pendidikan juga harus mampu menggabungkan nilai agama dengan kemampuan akademik dan keterampilan hidup.

Pentingnya Pendidikan yang Berkelanjutan

Orang tua hari ini tidak hanya membutuhkan sekolah yang baik di awal, tetapi juga jalur pendidikan yang konsisten hingga jenjang akhir.

Yang dibutuhkan bukan hanya tempat belajar, tetapi sistem yang menjaga nilai, lingkungan, dan arah pendidikan anak secara berkelanjutan.

Refleksi untuk Orang Tua

Pertanyaan yang perlu dipikirkan bukan lagi sekadar “sekolah mana yang terbaik”, tetapi “apakah pendidikan anak berjalan secara konsisten dari awal sampai akhir”.

Karena pendidikan bukan proses jangka pendek. Hafalan perlu dijaga, bukan hanya dicapai. Lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Menjaga Konsistensi

Banyak orang tua sudah memulai dengan langkah yang baik. Namun tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi tersebut hingga jenjang lanjutan.

Pendidikan bukan hanya tentang awal yang kuat, tetapi tentang bagaimana menjaga arah agar tetap lurus hingga akhir.

Tujuan akhirnya bukan hanya anak yang cerdas, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik. (*)

TAGGED: Pendidikan
Redaksi 30 April, 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
Pendidikan 30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
Pendidikan 30 April, 2026
IPB CHARTS Gelar Diskusi Publik Bahas Transformasi Pedesaan di Tiongkok
News 27 April, 2026
13 Tahun Bertumbuh, Edu Global School Rayakan Perjalanan Lewat EGSVERSARY
Pendidikan 22 April, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan

30 April, 2026
Pendidikan

13 Tahun Bertumbuh, Edu Global School Rayakan Perjalanan Lewat EGSVERSARY

22 April, 2026
Pendidikan

Di Balik Gemerlap Hallyu: Dosen University of Melbourne Ungkap Ketimpangan Sosial Lewat Bahasa di Kelas HI UMM

22 April, 2026
Pendidikan

Dari Demam K-Pop Hingga Investasi IKN: HI UMM Bedah Era Baru Kemitraan Strategis Indonesia-Korea Selatan

13 April, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?