By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
28 Juni, 2026
Film ‘CLBK’ Usung Premis Unik, Cinta Lama Kembali usai Hilang Puluhan Tahun
26 Juni, 2026
RUU Daerah Kepulauan Masuk Tahap Krusial, Target Selesai Dua Masa Sidang
26 Juni, 2026
UPI Purwakarta Gelar Coaching Clinic Scratch, Runtuhkan Stigma Coding Eksklusif bagi 109 Guru se-Jabar
21 Juni, 2026
Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan
20 Juni, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
News

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan

Redaksi
Redaksi 28 Juni, 2026
Share
4 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Budaya populer Korea Selatan (K-Culture) tidak hanya berhasil menaklukkan dunia hiburan global, tetapi juga memainkan peran penting dalam meredefinisi wajah Korea Utara di mata publik. 

Dinamika dan evolusi pandangan terhadap negara berjuluk “Hermit Kingdom” tersebut dikupas secara mendalam oleh pakar studi Korea, Dr. Stephen Epstein, dalam dalam kelas Kajian Kawasan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea.

Melalui rujukan berbagai karya akademisnya, Dr. Epstein membedah bagaimana transformasi karakter Korea Utara dalam sinema dan televisi mencerminkan sekaligus membentuk pemahaman masyarakat Selatan sepanjang abad ke-21. 

Dr. Epstein menjelaskan bahwa sebelum tahun 1998, representasi Korea Utara di media Korea Selatan umumnya bersifat satu dimensi. Tokoh mata-mata dari Utara selalu dikonstruksikan sebagai sosok jahat atau perwujudan iblis yang mutlak. Namun, seiring berjalannya era Kebijakan Sinar Matahari (Sunshine Policy) pada awal 2000-an, muncul pergeseran masif menuju pendekatan tayangan yang lebih ringan, penuh ironi, farce, dan komedi. 

Kehadiran para pembelot Korea Utara (talbukja) juga mulai mewarnai lanskap media Korea Selatan. Salah satu fenomena televisi yang disoroti adalah acara talk show varietas Now on My Way to Meet You. Acara ini secara unik mencampurkan unsur humor, daya tarik visual, dan penampilan budaya dengan narasi-narasi tragis tentang pelarian, kerja paksa, hingga perpisahan keluarga para pembelot. 

Memasuki era 2010-an, sinema Korea Selatan menampilkan tren baru yang mengejutkan, di mana mata-mata Korea Utara justru diposisikan sebagai pahlawan baru dalam film layar lebar. Dr. Epstein mencatat adanya perubahan kiasan (trope) penting: jika dulu stereotip hubungan berpusat pada pameo “Namnam Buknyeo” (Pria Selatan, Wanita Utara), kini bergeser menjadi “Buknam Minam” (Pria Utara, Pria Tampan). Agen rahasia Utara kini digambarkan sebagai sosok petarung elite yang tampan, multibahasa, patriotik, dan sangat setia pada keluarga. Karakter “idola pop” dari Utara ini kerap diperankan oleh aktor muda populer Korea Selatan, sementara karakter intelijen Selatan (National Intelligence Service) justru diperankan oleh aktor-aktor senior. 

Memasuki era 2020-an, kehadiran platform streaming raksasa seperti Netflix membawa narasi domestik ini ke hadapan audiens global. Drama hit Crash Landing on You menjadi tonggak penting dengan menampilkan maskulinitas ideal pria Korea Utara melalui karakter Kapten Ri Jeong-hyeok. Meskipun drama komedi romantis ini membangkitkan nostalgia budaya, menampilkan solidaritas desa, dan menonjolkan sisi romantis, realitas mengenai kekejaman negara, pemadaman listrik, kemiskinan, hingga kesenjangan sosial di Korea Utara tetap ditampilkan secara autentik berkat keterlibatan konsultan dari kalangan pembelot. Karakter pembelot Utara yang tangguh juga semakin menonjol untuk konsumsi internasional, seperti yang terlihat pada karakter ikonik Kang Saebyeok dalam serial global Squid Game. 

Melalui analisisnya, Dr. Stephen Epstein menyimpulkan bahwa para produsen konten Korea Selatan berhasil memanfaatkan posisinya sebagai pemimpin budaya pop global untuk menyuarakan isu geopolitik. Melalui layar kaca, mereka secara tidak langsung mengomunikasikan pesan kepada dunia bahwa di balik ketegangan politik dan pembatasan ideologi yang kaku, masyarakat Korea Utara pada dasarnya terdiri dari individu-individu biasa yang memiliki sisi kemanusiaan yang kompleks. (*)

Redaksi 28 Juni, 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Film ‘CLBK’ Usung Premis Unik, Cinta Lama Kembali usai Hilang Puluhan Tahun
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Dari Mata-Mata Kejam hingga Pujaan Hati: Evolusi Wajah Korea Utara dalam Budaya Populer Korea Selatan
News 28 Juni, 2026
Film ‘CLBK’ Usung Premis Unik, Cinta Lama Kembali usai Hilang Puluhan Tahun
Film Hiburan 26 Juni, 2026
RUU Daerah Kepulauan Masuk Tahap Krusial, Target Selesai Dua Masa Sidang
News Pemerintah 26 Juni, 2026
UPI Purwakarta Gelar Coaching Clinic Scratch, Runtuhkan Stigma Coding Eksklusif bagi 109 Guru se-Jabar
News 21 Juni, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

NewsPemerintah

RUU Daerah Kepulauan Masuk Tahap Krusial, Target Selesai Dua Masa Sidang

26 Juni, 2026
News

UPI Purwakarta Gelar Coaching Clinic Scratch, Runtuhkan Stigma Coding Eksklusif bagi 109 Guru se-Jabar

21 Juni, 2026
News

Dari Pekerja Migran hingga Penikmat K-Pop: Guru Besar HI UMM Bedah Realitas Kehidupan Muslim di Korea Selatan

20 Juni, 2026
News

Dukung SDGs 4, Tim PKM PGSD UPI Purwakarta Latih Guru SDN 3 Selaawi Kembangkan Media Pembelajaran Interaktif

18 Juni, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?