By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan
9 Juni, 2026
Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara
9 Juni, 2026
Purwakarta: Bukan Tanah yang Dijanjikan Ekonomi Bertumbuh
3 Juni, 2026
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan
30 Mei, 2026
Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI
18 Mei, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral
Malang

Serial Kuliah Eurasia HI UMM: Polarisasi Politik Menguat Pada Pemilu 2024, Peran Tokoh Agama Kian Sentral

Redaksi
Redaksi 8 Januari, 2026
Share
2 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Setelah gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, jejak polarisasi politik kembali tampak jelas dalam dinamika sosial Indonesia. Pengalaman Pemilu 2019 dan kontestasi 2024 menunjukkan bahwa pertarungan elektoral meninggalkan residu keterbelahan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan umat Islam.

Isu tersebut dibedah dalam Serial Kuliah Eurasia yang digelar Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation melalui program Eurasia Lecture Series. Kelas Multikulturalisme di Asia yang diselenggarakan pekan lalu menghadirkan Dr. Salahudin, dosen Ilmu Pemerintahan UMM, denga n materi bertajuk “Tren Polarisasi Politik Umat Islam di Indonesia”.

Dalam pemaparannya, Salahudin mengacu pada temuan Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan lonjakan tajam tingkat polarisasi di kalangan muslim Indonesia pada periode 2019–2021. Ia menjelaskan bahwa isu keagamaan, penegakan hukum, dan dinamika politik menjadi pemicu utama mengerasnya posisi antarkelompok. Di sisi lain, perdebatan mengenai kesetaraan gender ikut memperlebar spektrum perbedaan pandangan di tengah umat.

Persoalan aliran keagamaan yang dianggap menyimpang juga kerap memantik perdebatan panjang antara kelompok Islam yang berhaluan moderat dan kelompok yang lebih konservatif. Situasi ini menguat seiring rivalitas partai politik yang berkontestasi pada Pemilu 2024. “Arah dukungan partai politik akan berpengaruh pada preferensi politik umat Islam yang berada di bawah payung masing-masing partai,” tegas Salahudin.

Ia menambahkan, figur tokoh agama memegang peranan besar dalam membentuk sikap politik jamaah. “Pendapat seorang pemuka agama ternama mampu menggerakkan banyak orang. Selalu akan muncul kelompok yang setuju dan kelompok yang menentang. Ketegangan di antara dua respons inilah yang kemudian berkontribusi pada polarisasi,” jelasnya.

Merespons fenomena tersebut, Salahudin menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan realitas wajar dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia. Keragaman identitas dan keyakinan perlu diposisikan sebagai kekuatan kolektif dalam merawat persatuan. Dengan cara pandang seperti itu, kebhinekaan dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan berbangsa yang lebih dewasa dan konstruktif di tengah dinamika politik pasca Pemilu 2024. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 8 Januari, 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Pemerintah Targetkan 6.900 Jembatan Terbangun 2026, Fokus Daerah Terpencil
Next Article Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Kupas Krisis Demografi dan Ilusi Meritokrasi, Dosen HI UMM Bedah Akar Ketimpangan Sosial Korea Selatan
News 9 Juni, 2026
Dobrak Stigma ‘Hermit Kingdom’, HI UMM Hadirkan Akademisi Selandia Baru untuk Bedah Dinamika Korea Utara
News 9 Juni, 2026
Purwakarta: Bukan Tanah yang Dijanjikan Ekonomi Bertumbuh
Opini 3 Juni, 2026
Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan
Pendidikan 30 Mei, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Gandeng Macquarie University, Prodi HI UMM Kupas Tuntas Keajaiban Ekonomi dan “Developmental State” Korea Selatan

30 Mei, 2026
Pendidikan

Gandeng University of Auckland, Prodi HI UMM Soroti Transformasi Riset Kualitatif dan Etika AI

18 Mei, 2026
Pendidikan

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM

5 Mei, 2026
Pendidikan

Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya

2 Mei, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?