By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
PUI Purwakarta Gelar Kajian Ramadan dan Bakti Kesehatan Gratis
22 Februari, 2026
Green Action, Komunitas Lingkungan Pertama di Purwakarta Sukses Jaring 218 Relawan Baru
21 Februari, 2026
IDE Indonesia Lantik Pengurus Purwakarta, Fokus Cetak Pemimpin Muda dari Desa
16 Februari, 2026
Tarhib Ramadan 1447 H: PUI Purwakarta Usung Semangat Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi
15 Februari, 2026
Kukuhkan JALAMU se-JATIM, Muhammadiyah Pertegas Komitmen Bela Nasib Nelayan
26 Januari, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman
MalangPendidikan

Prof. Chung Jon-Koon Tekankan Urgensi Komunitas Baru yang Menerima Perubahan dan Keberagaman

Redaksi
Redaksi 22 November, 2025
Share
3 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Dalam serial Eurasia Lecture bertema “Why a New Community Now? Its Necessity and Meaning”, Prof. Chung Jon-Koon dari Meiji University, yang juga peneliti senior Eurasia Foundation, menegaskan bahwa pembentukan komunitas baru adalah kebutuhan mendesak di tengah menguatnya individualisme dan memudarnya fungsi komunitas tradisional. Kegiatan ini menghadirkan Dianni Risda., M.Ed dari UPI sebagai penerjemah sehingga gagasan utama tersampaikan secara utuh kepada mahasiswa.

Kelas ini merupakan hasil kerja sama Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation.

Prof. Chung membuka paparannya dengan menekankan tiga prinsip yang menjadi roh Eurasia Foundation: siapa pun dari negara mana pun dapat bergabung, tidak memandang agama, serta menerima perubahan dan keberagaman. Ia menyebut komunitas yang sehat bertumpu pada keterkaitan antaranggotanya, berbagi nilai serta visi-misi yang sama. Menurutnya, manusia hidup dalam ekosistem komunitas—keluarga, sekolah, tempat kerja, sampai negara—dan satu individu kini bisa menjadi bagian dari 30–40 komunitas sekaligus. Ironisnya, individualisme justru kian menguat, sementara komunikasi di dalam komunitas melemah, sehingga banyak komunitas kehilangan peran aslinya.

Berangkat dari kondisi ini, Prof. Chung menjelaskan bahwa komunitas baru kerap lahir karena terbatasnya ruang dalam komunitas lama dan dorongan perubahan yang tak terelakkan. Ia mengibaratkan masyarakat seperti tubuh dengan jutaan sel yang terus beregenerasi. Agar “tubuh” tetap sehat, sel-sel harus beradaptasi; komunitas yang menolak perubahan akan rapuh dan perlahan hancur. Perubahan dan keberagaman, lanjutnya, justru menciptakan pola hidup baru dan membuat komunitas lebih dinamis.

Prof. Chung juga menyinggung rasa putus asa yang membayangi masyarakat modern. Fokus publik kerap tertuju pada kematian akibat perang, kriminalitas, atau kecelakaan, padahal bunuh diri adalah masalah senyap yang menandai bahwa ekosistem komunitas gagal memberi makna dan penopang hidup bagi anggotanya. Menurutnya, komunitas yang hadir, peka, dan komunikatif dapat menjadi ruang pemulih yang mencegah keputusasaan meluas.

Mengambil contoh global, Prof. Chung menyebut Amerika Serikat tumbuh besar karena merayakan keberagaman; kontribusi signifikan para migran pada ratusan perusahaan besar menjadi cermin bahwa perubahan dan keberagaman adalah prasyarat ketangguhan komunitas. Pada saat yang sama, Indonesia dinilai memiliki peluang menjadi negara besar asalkan mau melihat dunia dari berbagai perspektif, tidak terpaku pada satu lensa negara tertentu. Mengumpulkan data itu penting, namun kebenaran baru tampak ketika data ditelaah dari beragam sudut pandang; melihat dari satu perspektif saja rawan memicu konflik dan kesalahpahaman.

Menutup sesi, Prof. Chung menegaskan bahwa memahami “mengapa” komunitas baru dibutuhkan sekarang akan menuntun pada “bagaimana” mendefinisikan maknanya serta merawat keberlanjutannya. Komunitas yang sadar tujuan, menjaga komunikasi, dan merangkul perubahan serta keberagaman, menurutnya, adalah fondasi masyarakat yang lebih resilien untuk menghadapi krisis masa kini maupun tantangan yang akan datang. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 22 November, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Family Playventure: Boardgame Land Ajak Keluarga Cirebon Eratkan Kedekatan Lewat Aktivitas Bermain
Next Article Serial Kuliah Eurasia HI UMM 2025: Akademisi India Soroti Pengelolaan Keberagaman sebagai Modal Bersama
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

PUI Purwakarta Gelar Kajian Ramadan dan Bakti Kesehatan Gratis
Purwakarta 22 Februari, 2026
Green Action, Komunitas Lingkungan Pertama di Purwakarta Sukses Jaring 218 Relawan Baru
News 21 Februari, 2026
IDE Indonesia Lantik Pengurus Purwakarta, Fokus Cetak Pemimpin Muda dari Desa
Purwakarta 16 Februari, 2026
Tarhib Ramadan 1447 H: PUI Purwakarta Usung Semangat Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi
Purwakarta 15 Februari, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

SD Hj Isriati Baiturrahman Raih Penghargaan Internasional di World School Summit Malaysia 2026

26 Januari, 2026
Malang

Ingatkan Hak-hak Reproduksi! Dosen Kedokteran UPN Veteran Jakarta Gelar Penyuluhan di LKSA Malang

21 Januari, 2026
Malang

Bedah Dinamika Korea Selatan: Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata

8 Januari, 2026
Malang

Humanitarian Conservation-Based Learning Perkuat Pendidikan Multikultural

8 Januari, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?