By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Serial Kuliah Eurasia 2025: Kupas Peran Vital Bahasa dalam Diplomasi dan Pemahaman Budaya di Kawasan Eurasia
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM
5 Mei, 2026
Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya
2 Mei, 2026
Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
30 April, 2026
IPB CHARTS Gelar Diskusi Publik Bahas Transformasi Pedesaan di Tiongkok
27 April, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Regional > Jawa Timur > Malang > Serial Kuliah Eurasia 2025: Kupas Peran Vital Bahasa dalam Diplomasi dan Pemahaman Budaya di Kawasan Eurasia
MalangNews

Serial Kuliah Eurasia 2025: Kupas Peran Vital Bahasa dalam Diplomasi dan Pemahaman Budaya di Kawasan Eurasia

Redaksi
Redaksi 18 Desember, 2025
Share
3 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Bahasa merupakan perantara esensial dalam interaksi antar individu maupun kelompok dari latar budaya yang berbeda. Urgensi aspek kebahasaan ini menjadi semakin krusial dalam lingkup multikultural seperti Eurasia, sebuah kawasan strategis yang menghubungkan Eropa dan Asia dan telah menjadi pusat perdagangan serta interaksi global sejak era Jalur Sutra hingga proyek Belt and Road Initiative saat ini.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkolaborasi dengan Eurasia Foundation untuk menyelenggarakan kelas Multikulturalisme di Asia. Kelas bertajuk “The Education of Foreign Language and Intercultural Understanding” ini menghadirkan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dianni Risda, S.Pd., M.Ed., sebagai pemateri utama.

Dalam pemaparannya, Dianni menekankan bahwa ketidakpahaman terhadap konteks budaya dalam berinteraksi dapat menimbulkan prasangka yang berujung pada konflik. “Sebagai bagian dari sivitas akademika, hal yang wajib kita lakukan ialah memperluas wawasan, membuka hati agar bersikap toleran, dan tidak menjadikan budaya sendiri sebagai sebuah patokan,” tegasnya.

Pernyataan ini sangat relevan dalam konteks Hubungan Internasional, di mana keragaman bahasa berperan sebagai jembatan diplomasi, negosiasi politik, dan kerja sama global. Menurut Dianni, penguasaan bahasa dan budaya memungkinkan negara untuk membangun saling pengertian (mutual understanding), menghindari konflik akibat salah tafsir, serta memperkuat soft power, yakni kemampuan memengaruhi negara lain melalui daya tarik budaya dan nilai.

Lebih dari sekadar alat komunikasi, bahasa adalah jendela untuk memahami jiwa dan karakter suatu bangsa. “Mempelajari bahasa tidak hanya tentang memahami kata dan tata bahasa, namun juga tentang menyelami cara berpikir, nilai-nilai, dan emosi masyarakat penuturnya,” ungkap Dianni. Setiap bahasa, lanjutnya, mencerminkan pandangan hidup, cara mengekspresikan sopan santun, hingga cara menghargai waktu.

Ia mencontohkan bagaimana misinterpretasi sering terjadi ketika komunikasi hanya berfokus pada aspek gramatikal tanpa menanamkan nilai budaya. Perbedaan antara bahasa Jepang dan Indonesia dalam menyampaikan penolakan menjadi contoh nyata.

“Dalam budaya Jepang, penolakan sering disampaikan secara tidak langsung, misalnya dengan ungkapan「考えておきます」(kangaete okimasu) yang secara harfiah berarti ‘akan saya pikirkan dulu’, namun secara budaya bermakna ‘tidak’. Ini dilakukan untuk menjaga keharmonisan. Sementara itu, masyarakat Indonesia cenderung lebih langsung, namun tetap menjaga kesopanan,” jelasnya.

Pada akhirnya, Dianni menyimpulkan bahwa di era modern yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi, keterampilan bahasa menjadi fondasi daya saing global. Dengan memahami aspek kebahasaan dan nilai-nilai budaya bangsa lain, keanekaragaman di Asia dapat diubah menjadi kekuatan tak terduga melalui komunikasi lintas budaya yang efektif. (*)

TAGGED: HI UMM
Redaksi 18 Desember, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article IPB University Terima Kunjungan Delegasi China Agricultural University, Bahas Kerjasama Riset Transformasi Pedesaan
Next Article Serial Kelas Multikulturalisme di Asia HI UMM: Akademisi UPI Tegaskan Urgensi Pendidikan Multikultural untuk Resolusi Konflik
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM
Pendidikan 5 Mei, 2026
Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya
Pendidikan 2 Mei, 2026
Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
Pendidikan 30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
Pendidikan 30 April, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM

5 Mei, 2026
Pendidikan

Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya

2 Mei, 2026
Pendidikan

Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan

30 April, 2026
Pendidikan

Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan

30 April, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?