By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Musala Jadi Ruang Kelas, Pemerintah Didesak Segera Bertindak
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM
5 Mei, 2026
Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya
2 Mei, 2026
Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
30 April, 2026
IPB CHARTS Gelar Diskusi Publik Bahas Transformasi Pedesaan di Tiongkok
27 April, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Pendidikan > Musala Jadi Ruang Kelas, Pemerintah Didesak Segera Bertindak
Pendidikan

Musala Jadi Ruang Kelas, Pemerintah Didesak Segera Bertindak

Redaksi
Redaksi 20 September, 2025
Share
3 Min Read

CIREBON, Berifakta.com – Siswa SDN 1 Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, sudah lebih dari tiga tahun terpaksa belajar di musala sekolah karena kekurangan ruang kelas. Sejak 2021, ratusan siswa belajar dengan sistem shift, sebagian bahkan harus duduk lesehan tanpa meja dan kursi yang layak.

Baca Juga:
Antara Janji dan KenyataanMasalah Keadilan SosialBukan Sekadar Angka di MusrenbangSeruan untuk Aksi Nyata

Kondisi ini memunculkan sorotan tajam dari pemerhati pendidikan KH. Dr. Muhamad Habib Khaerussani, M.Pd. Ia menilai situasi tersebut merupakan alarm keras bagi pemerintah tentang rapuhnya sistem pendidikan dasar di Indonesia.

“Di saat pemerintah gencar menggaungkan Merdeka Belajar, anak-anak di Cirebon Girang belum merdeka dari keterbatasan paling mendasar: ruang belajar,” tegasnya.

Antara Janji dan Kenyataan

Habib menyoroti bahwa anggaran pendidikan selalu menjadi salah satu yang terbesar dalam APBN dan APBD, namun kasus seperti ini menunjukkan masih adanya ketimpangan dan kelemahan dalam perencanaan.

“Ketika ada sekolah yang harus memanfaatkan musala sebagai ruang belajar selama bertahun-tahun, itu bukan sekadar kekurangan teknis—itu bukti adanya kelalaian birokrasi,” tambahnya.

Masalah Keadilan Sosial

Menurutnya, kekurangan ruang kelas bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal keadilan. Anak-anak di desa berhak mendapatkan pengalaman belajar yang sama bermartabatnya dengan anak-anak di kota besar.

“Ketidakadilan fasilitas pendidikan akan melahirkan ketidakadilan kesempatan hidup. Ini menciptakan lingkaran ketidaksetaraan sosial yang sulit diputus,” kata Habib.

Bukan Sekadar Angka di Musrenbang

Ia mendesak pemerintah daerah dan dinas pendidikan agar menjadikan persoalan ini sebagai prioritas mendesak, bukan sekadar usulan proyek di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menunggu antrean bertahun-tahun.

“Masyarakat berhak bertanya: ke mana larinya anggaran pendidikan? Jika pendidikan benar-benar prioritas, mengapa sekolah ini dibiarkan tanpa solusi permanen selama tiga tahun?” kritiknya.

Seruan untuk Aksi Nyata

Habib menegaskan, keseriusan pemerintah tidak diukur dari banyaknya seminar atau pidato tentang pendidikan, tetapi dari keberanian menyelesaikan persoalan mendasar.

“Pemerintah harus segera membangun ruang kelas baru, memperbaiki sarana belajar, dan memperbaiki mekanisme anggaran agar responsif terhadap kasus darurat,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar pemerintah benar-benar membuktikan bahwa pendidikan adalah prioritas, bukan sekadar slogan.

“Karena masa depan bangsa sedang belajar hari ini. Dan mereka tidak boleh belajar di ruang darurat selamanya,” pungkasnya. (*)

TAGGED: Akmala Sabila
Redaksi 20 September, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Korean Dynasty vs Modern Korea: Dua Wajah Budaya Korea di Atmospheral 3.0 Prodi HI UMM
Next Article Orang Tua Sering Puas dengan Anak Patuh, Lupa Bangun Motivasi dari Dalam
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM
Pendidikan 5 Mei, 2026
Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya
Pendidikan 2 Mei, 2026
Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan
Pendidikan 30 April, 2026
Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan
Pendidikan 30 April, 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Dari “Barbar Timur” ke “Little China”: Prof. Changzoo Song Bedah Trajektori Panjang Identitas Korea di Kelas HI UMM

5 Mei, 2026
Pendidikan

Dari Global Korea ke Global Pivotal State, Dosen HI UMM: Seoul Belum Selesai dengan Krisis Identitasnya

2 Mei, 2026
Pendidikan

Fenomena Terputusnya Pendidikan Anak Muslim: Kuat di Awal, Melemah di Jenjang Lanjutan

30 April, 2026
Pendidikan

Izza Amalia, Mahasiswa UMM yang Jadi Best Delegate di Konferensi Internasional Berkat Inisiasi Board Game Edukasi Lingkungan

30 April, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?