By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Pakar Budaya Jepang dari UPI: Nilai Moral dan Kompetensi Jepang Dapat Dijadikan Contoh Teladan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
8 Januari, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
8 Januari, 2026
Bedah Dinamika Korea Selatan: Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
8 Januari, 2026
Akademisi HI UMM Bedah Tantangan Transisi Korea Selatan Menuju Masyarakat Multikultural
8 Januari, 2026
Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang, Prof. Nishi Yoshimi Tekankan Peran Budaya dan Komunitas
8 Januari, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Pakar Budaya Jepang dari UPI: Nilai Moral dan Kompetensi Jepang Dapat Dijadikan Contoh Teladan
News

Pakar Budaya Jepang dari UPI: Nilai Moral dan Kompetensi Jepang Dapat Dijadikan Contoh Teladan

Redaksi
Redaksi 4 November, 2024
Share
2 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Keberhasilan Jepang sebagai negara maju tidak hanya didorong oleh kemajuan teknologi, namun juga oleh sistem pendidikan yang membangun kompetensi komunikasi, kolaborasi, dan moralitas yang kuat. Pengantar tersebut disampaikan oleh Dianni Risda, M.Ed. dalam kelas Multikulturalisme di Asia yang bertajuk “The Education of Foreign Language and Intercultural Understanding”. Kelas ini merupakan hasil kolaborasi Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Eurasia Foundation dalam rangkaian Eurasia Lecture Series.

Pendidikan moral di Jepang, yang dikenal sebagai Dotoku Kyoiku, telah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan mereka. Di masa lalu, prinsip-prinsip ini diterapkan melalui hanko, sekolah khusus untuk anak-anak samurai. Di hanko, Jugaku (ajaran Konfusianisme) diajarkan untuk mempertahankan eksistensi samurai, menanamkan nilai etika, tata krama, dan rasa hormat kepada yang lebih tua, serta dedikasi terhadap pimpinan. “Masyarakat Jepang sangat antusias dalam belajar karena mereka percaya bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci untuk kehidupan yang baik,” terang Dianni.

Moralitas di kalangan samurai yang dikenal sebagai “Yumi ya no michi” atau “jalan busur dan anak panah” terbentuk sejak zaman Kamakura dan diperkuat pada zaman Edo dengan pengaruh Konfusianisme, terutama Neo-Konfusianisme. Prinsip-prinsip ini menuntut kesetiaan mutlak, pengorbanan, kehormatan, dan dedikasi penuh kepada tuan mereka, yang menjadi pilar spiritual dalam sistem feodal Jepang. Setelah periode Meiji, nilai-nilai ini diintegrasikan ke dalam moralitas nasional. Salah satu pepatah yang terkenal dari budaya samurai adalah “Bushido to iu wa shinu koto to mitsuketari” atau “Seorang Samurai rela mati demi tuannya.”

Terdapat tujuh prinsip dasar samurai yang diwariskan hingga kini dalam pendidikan moral: tidak mendurhakai yang lebih tua, tunduk kepada orang yang lebih tua, tidak berbohong, tidak bertindak pengecut, tidak menghina yang lemah, tidak makan di luar rumah, dan tidak berbicara dengan wanita di tempat terbuka.

Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa pendidikan di Jepang tidak hanya mencakup aspek akademik, melainkan juga penanaman nilai moral yang dalam. “Jepang adalah contoh bagaimana pendidikan dapat membentuk karakter masyarakat dan mempertahankan tradisi luhur yang tetap relevan dalam kehidupan modern,” pungkas Dianni Risda. (*)

Redaksi 4 November, 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Profesor dari Meiji University Tokyo Beri Mahasiswa HI UMM Perspektif Baru dalam Memahami Komunitas Global di Era Digital
Next Article Fathan Faris Saputro Terbitkan Buku “Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu”
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
News 8 Januari, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
News 8 Januari, 2026
Bedah Dinamika Korea Selatan: Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
Malang 8 Januari, 2026
Akademisi HI UMM Bedah Tantangan Transisi Korea Selatan Menuju Masyarakat Multikultural
News 8 Januari, 2026

Berita Lainnya

News

Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata

8 Januari, 2026
News

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

8 Januari, 2026
News

Akademisi HI UMM Bedah Tantangan Transisi Korea Selatan Menuju Masyarakat Multikultural

8 Januari, 2026
News

Belajar Mitigasi Bencana dari Jepang, Prof. Nishi Yoshimi Tekankan Peran Budaya dan Komunitas

8 Januari, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?