By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: Dosen Prodi HI UMM Ungkap Tantangan Memperjuangkan Multikulturalisme di Korea Selatan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Lebih dari Rp100 Miliar
10 Januari, 2026
Hajar Kamerun 2-0, Maroko Tembus Semifinal Piala Afrika 2025
10 Januari, 2026
Joao Cancelo Selangkah Lagi Kembali ke Camp Nou
9 Januari, 2026
Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
8 Januari, 2026
Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural
8 Januari, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > News > Dosen Prodi HI UMM Ungkap Tantangan Memperjuangkan Multikulturalisme di Korea Selatan
News

Dosen Prodi HI UMM Ungkap Tantangan Memperjuangkan Multikulturalisme di Korea Selatan

Redaksi
Redaksi 1 November, 2024
Share
3 Min Read

MALANG, Berifakta.com – Korea Selatan, yang dulunya dikenal sebagai negara monokultural atau negara yang hanya terdiri dari satu etnis di dalamnya, kini berusaha menghadapi tantangan dalam mengembangkan multikulturalisme. Hal tersebut tak lepas dari pengaruh revolusi industri dan globalisasi yang terus berkembang pesat. Demikian pengantar yang disampaikan oleh Hafid Adim Pradana, M.A., dalam Kelas Multikulturalisme di Asia yang bertemakan “The Challenges of Multiculturalism in South Korea”.

Kelas ini merupakan hasil kerjasama Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea.

Adim, sapaan akrabnya, menjelaskan pentingnya memahami dinamika sosial yang dihadapi oleh masyarakat multikultural di Korea Selatan. Ia menguraikan tantangan yang muncul dalam penerimaan multikulturalisme di negara yang dahulunya monokulturalisme, serta upaya-upaya yang diambil pemerintah untuk menciptakan masyarakat etnis asli dan imigran luar etnis yang inklusif dan harmonis.

“Menurut Stuart Hall, multikulturalisme tidak dapat dihindarkan dari dinamika sosial yang ada. Hall menekankan bahwa pengakuan terhadap keberagaman dalam masyarakat disertai oleh interaksi kekuasaan dan identitas yang beroperasi di dalamnya, serta adanya kecenderungan di mana satu budaya atau beberapa budaya dapat mendominasi atau mempengaruhi yang lain,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Adim juga mengutip Bhiku Parekh yang menganggap multikulturalisme sebagai pendekatan yang mengakui dan menghargai keragaman budaya dalam masyarakat. “Setiap budaya memiliki nilai-nilai dan kontribusi yang unik, sehingga penting bagi semua kelompok dalam masyarakat untuk dihormati dan diakui secara setara,” terangnya.

Kehadiran multikultur di Korea Selatan juga turut mendatangkan tantangan tersendiri bagi etnis Korea asli. Rasisme yang tinggi terhadap para pendatang merupakan salah satu tantangan yang dihadapi, tidak hanya bagi para penduduk lokal, namun juga bagi para pendatang. Anggapan bahwa penduduk asli merupakan individu yang paling ideal dan superior membuat masyarakat lokal memandang para pendatang layak untuk diasingkan.            

Adim menekankan bahwa meskipun tantangan dalam penerimaan multikulturalisme di Korea Selatan masih besar, upaya untuk menciptakan masyarakat yang inklusif tetap harus terus diperjuangkan. “Perubahan sosial dan budaya bukanlah hal yang mudah, namun dengan dialog yang konstruktif dan kebijakan yang mendukung keberagaman, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis,” ujarnya mengakhiri.

Kelas Multikulturalisme di Asia ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman lintas budaya serta membuka jalan bagi terciptanya masyarakat yang lebih inklusif di masa depan. (*)

Redaksi 1 November, 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Di Balik Pengabdian Tanpa Jaminan: Seruan Kesejahteraan untuk Guru Honor dan Swasta
Next Article Profesor dari Meiji University Tokyo Beri Mahasiswa HI UMM Perspektif Baru dalam Memahami Komunitas Global di Era Digital
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Lebih dari Rp100 Miliar
News 10 Januari, 2026
Hajar Kamerun 2-0, Maroko Tembus Semifinal Piala Afrika 2025
Bola 10 Januari, 2026
Joao Cancelo Selangkah Lagi Kembali ke Camp Nou
Bola Olahraga 9 Januari, 2026
Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata
News 8 Januari, 2026

Berita Lainnya

News

Skandal Korupsi Kuota Haji, KPK Sita Lebih dari Rp100 Miliar

10 Januari, 2026
News

Bedah Dinamika Korea Selatan, Dosen HI UMM Soroti Isu Migrasi, Gaji Tinggi, hingga Potensi Wisata

8 Januari, 2026
News

Belajar Pembangunan Desa dari Korea Selatan, Dosen HI UMM Tekankan Peran Komunitas Multikultural

8 Januari, 2026
News

Akademisi HI UMM Bedah Tantangan Transisi Korea Selatan Menuju Masyarakat Multikultural

8 Januari, 2026
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?