By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Berifakta.comBerifakta.com
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Purwakarta
      • Bandung Raya
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Cari
Health
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
Entertainment
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Reading: 40% APBD untuk Pegawai, Pelayanan Publik Cirebon Dipertanyakan
Share
Sign In
Notification Show More
Latest News
Dari Penyintas Menjadi Relawan, Mahasiswa Pascasarjana UMM Edukasi Keluarga tentang Mitigasi Bencana
16 September, 2026
Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Warga Rempang Kembangkan ‘Urban Farming’ untuk Ketahanan Pangan Keluarga
13 September, 2026
Sambut Kurikulum Wajib 2027, PGSD UPI Purwakarta Gembleng Guru SD Lewat TEYL English Rocks 2026
10 September, 2026
Tinggalkan Cara Manual, Tim PkM UPI Purwakarta Terapkan Sistem Kehadiran Berbasis IoT di SMAN 1 Ciparay
8 September, 2026
Fathan Faris Saputro Rilis Buku Stop Jadi Biasa Saja, Ajak Pembaca Terus Bertumbuh
4 September, 2026
Aa
Berifakta.comBerifakta.com
Aa
  • News
  • Regional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Kolom
  • Job Vacancy
Cari
  • News
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pemerintah
    • Internasional
  • Regional
    • Jawa Barat
    • Yogyakarta
    • Jawa Timur
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Olahraga
    • Bola
    • Bulutangkis
  • Hiburan
    • Film
    • Musik
    • Seleb
  • Lifestyle
    • Health
    • Trends
  • Kolom
    • Opini
    • Khazanah
  • Job Vacancy
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan
© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.
Berifakta.com > Kolom > Opini > 40% APBD untuk Pegawai, Pelayanan Publik Cirebon Dipertanyakan
Opini

40% APBD untuk Pegawai, Pelayanan Publik Cirebon Dipertanyakan

Redaksi
Redaksi 11 Agustus, 2025
Share
2 Min Read

CIREBON, Berifakta.com – Alokasi belanja pegawai di Kabupaten Cirebon menembus angka 40 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Porsi tersebut mencakup gaji, tunjangan, dan berbagai fasilitas bagi aparatur sipil negara (ASN). Namun, tingginya pengeluaran ini belum sepenuhnya diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan publik.

KH. Dr. M. Habib Khaerussani, M.Pd., akademisi sekaligus tokoh masyarakat Cirebon, menilai kondisi ini ironis. “Lebih dari empat dari setiap sepuluh rupiah di APBD habis untuk pegawai. Angka ini sebanding dengan mengorbankan sebagian belanja pembangunan demi memastikan pegawai nyaman bekerja. Tapi kenyamanan itu tidak selalu berbuah pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya, Senin (11/08/2025).

Habib memaparkan, keluhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan masih marak terdengar. Mulai dari antrean panjang di sejumlah layanan publik, prosedur administrasi yang berbelit-belit, pelayanan lambat, hingga sikap aparatur yang dianggap kurang ramah. “Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi juga menyangkut mentalitas dan komitmen aparatur,” tambahnya.

Tidak hanya itu, sejumlah pemberitaan negatif terkait oknum ASN di Kabupaten Cirebon kerap menghiasi media. Kasus-kasus yang mencuat meliputi tindakan asusila, penyalahgunaan wewenang, hingga dugaan korupsi. Menurut Habib, kejadian-kejadian tersebut menjadi bukti bahwa tingginya belanja pegawai belum otomatis menjamin integritas dan profesionalitas.

Ia menegaskan, solusi dari persoalan ini bukan sekadar pengetatan anggaran, tetapi penguatan pendidikan karakter bagi para pegawai negeri. “ASN perlu dididik dan dibina agar memahami bahwa gaji dan fasilitas yang mereka terima berasal dari uang rakyat, yang harus dibalas dengan pelayanan maksimal,” tegasnya.

Habib juga mendorong pemerintah daerah memperkuat mekanisme pengawasan internal dan memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, perlu dilakukan reformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan masyarakat, termasuk pemangkasan prosedur dan pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses administrasi.

“Belanja pegawai yang besar seharusnya menjadi investasi sumber daya manusia yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar beban anggaran,” tutupnya. (*)

Redaksi 11 Agustus, 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link
Share
Previous Article Mahasiswa dan Dosen UPI Kampus Purwakarta Gelar Workshop Literasi Digital melalui Aplikasi KutaBaca di SDN 1 Kutamanah
Next Article Edu Global School Bandung Raih Apresiasi Kemendiktisaintek sebagai Lembaga Pendidikan Modern
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Kami

235.3k Followers Like
69.1k Followers Follow
11.6k Followers Pin
56.4k Followers Follow
136k Subscribers Subscribe
4.4k Followers Follow

Berita Lainnya

Dari Penyintas Menjadi Relawan, Mahasiswa Pascasarjana UMM Edukasi Keluarga tentang Mitigasi Bencana
Jawa Barat Pendidikan 16 September, 2026
Ekspedisi Patriot IPB University Dorong Warga Rempang Kembangkan ‘Urban Farming’ untuk Ketahanan Pangan Keluarga
News 13 September, 2026
Sambut Kurikulum Wajib 2027, PGSD UPI Purwakarta Gembleng Guru SD Lewat TEYL English Rocks 2026
News 10 September, 2026
Tinggalkan Cara Manual, Tim PkM UPI Purwakarta Terapkan Sistem Kehadiran Berbasis IoT di SMAN 1 Ciparay
Bandung Raya 8 September, 2026

Kantor Pusat

Gedung Wirausaha 1
Jl. HR Rusuna Said C-5 Kel. Karet
Kec. Setia Budi
Jakarta Selatan - 12920

Daftarkan Email Anda

Berlangganan buletin kami untuk mendapatkan artikel terbaru kami secara instan!

[contact-form-7 id=”2366″ title=”Newsletter footer”]

Berita Lainnya

Opini

Purwakarta: Bukan Tanah yang Dijanjikan Ekonomi Bertumbuh

3 Juni, 2026
Opini

Tamparan yang Mendidik: Antara Disiplin dan Sensitivitas Zaman

17 Oktober, 2025
Opini

Kangean, Raja Ampat dari Madura yang Terancam Eksploitasi Migas

15 Juni, 2025
Opini

Reformasi Tata Kelola ZISWAF PUI Pasca Muktamar ke-15

22 Mei, 2025
Show More
Berifakta.comBerifakta.com
Follow US

© 2022 berifakta.com - All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Kirim Tulisan

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?