Purwakarta, berifakta.com — Persatuan Ummat Islam (PUI) Purwakarta menggelar Tarhib Ramadan 1447 H di Masjid Al-Mukhlisin, Perum Bumi Inti Persada, Cibening, Sabtu (14/2/2026). Bersinergi dengan agenda Taklim Islah PUI, kegiatan ini mengusung tema “Ramadan Bulan Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi Membangun Perubahan”.
Acara yang berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB ini dihadiri antusias oleh sekitar 120 jemaah. Kehadiran ratusan warga tersebut menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus konsolidasi umat menjelang bulan suci.
Ketua PUI Purwakarta, Zhilalul Haq, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya persiapan yang matang dalam menyambut Ramadan.
“Persiapan Ramadan harus dilakukan secara serius, karena di dalamnya terdapat limpahan keberkahan dan peluang besar untuk meningkatkan kualitas iman serta kepedulian sosial,” ungkap Zhilalul.
Materi utama tarhib disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah PUI Wilayah Jawa Barat, Dr. Isra Mardi, Lc., M.Si. Ia mengajak jemaah untuk menjadikan Ramadan sebagai ruang penguatan iman, penumbuhan cinta kasih, peningkatan kepedulian sosial, serta kolaborasi dalam membangun perubahan di tengah masyarakat.

Baca Juga : Selamatkan Wajah Pariwisata Jatiluhur, Operasi Bersih Digelar di Kawasan Ubrug
Sementara itu, Sekretaris Umum PUI Purwakarta, Ali Burhani M., S.T., turut memaparkan sejumlah program strategis PUI selama Ramadan 1447 H. Program tersebut meliputi penguatan dakwah melalui kajian rutin dan safari Ramadan, santunan duafa, pemberdayaan ekonomi umat, serta kolaborasi lintas komunitas dalam kegiatan sosial-keagamaan.
Menurut Ali, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan momen yang tepat untuk memperkuat peran organisasi agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ramadan harus menjadi ruang aktualisasi iman sekaligus penguatan kepedulian sosial. PUI berkomitmen menghadirkan program yang berdampak dan membangun sinergi dengan berbagai elemen umat,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PUI Purwakarta berharap semangat kebersamaan dan sinergi antarjemaah semakin kuat. Umat juga didorong untuk berperan aktif menghadirkan nilai-nilai keislaman yang solutif dan transformatif, baik selama Ramadan maupun seterusnya.

