Purwakarta, berifakta.com – Tumpukan sampah di kawasan wisata perairan Ubrug bukan sekadar masalah lingkungan, namun ancaman nyata bagi potensi ekonomi pariwisata Purwakarta. Menyadari urgensi tersebut—dan belum adanya penanganan signifikan dari pihak terkait—komunitas Green Action by Semua Senyum Indonesia bergerak secara mandiri menggelar “Operasi Bersih” di Jatiluhur, Jumat (16/1).
Langkah inisiatif ini diambil menyusul sorotan tajam warganet terkait kondisi sampah yang memprihatinkan. Viralitas isu ini dikhawatirkan menjadi kampanye negatif yang memukul pendapatan pelaku usaha lokal jika tidak segera ditangani. Tanpa menunggu komando dari pemerintah, komunitas ini memilih langsung turun ke lapangan.
Inisiatif Warga Memantik Respons Pemerintah Direktur Semua Senyum Indonesia, Agit Wisnu Hartono, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral warga sekaligus pesan terbuka bagi para pemangku kebijakan.
“Aksi ini adalah upaya memulihkan kenyamanan bersama. Kebersihan adalah investasi jangka panjang,” ungkap Agit.
Menurutnya, gerakan akar rumput ini diharapkan mampu “membangunkan” peran pemerintah. Agit menekankan bahwa idealnya ada pembagian peran yang jelas: pemerintah hadir dengan kebijakan dan solusi strategis pengelolaan sampah, sementara masyarakat mendukung dengan aksi nyata.
“Pemerintah (seharusnya) memberikan solusi strategis, dan kita sebagai warga mendukung dengan aksi nyata. Kami bergerak agar Purwakarta, tempat kelahiran yang kita cintai ini, semakin baik dalam semua aspek,” tambahnya, menyiratkan harapan agar otoritas segera mengambil alih tongkat estafet penanganan masalah ini secara sistematis.
Bergerak Tanpa Menunggu Birokrasi Di sisi lain, Manajer Operasional Semua Senyum Indonesia, Laksono Pangestujati, menyoroti bahwa kondisi di lapangan sudah tidak bisa lagi menunggu proses birokrasi yang lambat. Kehadiran komunitas adalah respons darurat untuk menyelamatkan wajah pariwisata.
“Kami menjawab keresahan publik dengan tindakan langsung. Melihat kondisi Ubrug dan Paranggombong yang ramai dibicarakan kotor, kami merasa perlu turun tangan untuk memulainya,” ujar Laksono.
Baca Juga: Faris dan Risma Terbitkan Buku Tangis Sunyi Palestina: Sebuah Jihad Intelektual
Puluhan relawan yang terlibat hari ini bekerja keras membersihkan area tepian waduk. Mereka membuktikan bahwa ketika sistem pengelolaan belum berjalan maksimal, kepedulian warga menjadi benteng pertahanan terakhir.
Undangan untuk Kolaborasi Nyata Melalui Operasi Bersih ini, Green Action by Semua Senyum Indonesia tidak hanya mengangkut sampah fisik, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat: Warga sudah bergerak, kini giliran pemerintah untuk turun tangan memastikan masalah ini tidak terulang.
Dengan langkah awal dari komunitas ini, diharapkan pemerintah daerah segera merespons dengan kebijakan tata kelola kebersihan yang lebih serius, sehingga ekonomi pariwisata di sekitar Waduk Jatiluhur dapat terselamatkan.

